Guru PPPK di Sumsel Dibunuh di Kontrakan OKU, Tangan-Kaki Terikat

Jumat, 21 November 2025 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Seorang guru PPPK di OKU ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah kontrakannya di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumateraa Selatan.

Sadisnya tangan dan kaki korban Sayidatul Fitriyah (27) terikat. Peristiwa itu spontan membuat geger warga di sekitar lokasi.

Melihat sekucur tubuh korban yang kaku diduga kuat korban pembunuhan karena sejumlah kejanggalan pada jasadnya memicu dugaan kuat bahwa ia menjadi korban pembunuhan brutal.

Peristiwa ini terjadi di rumah kos korban di Dusun V, Desa Sukapindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, OKU, Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap tenaga pendidik di Indonesia.

Baca Juga :  Pengamen Ukulele Dibacok Trio Ondel-Ondel, Polisi Ungkap Motifnya

Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo membenarkan dugaan pembunuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi korban terikat tangan dan kakinya. Dugaan sementara seperti itu, dibunuh,” tegasnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut.

“Iya, korban adalah guru PPPK. Saat ini olah TKP dan penyelidikan dilakukan Kasat Reskrim dan Kapolsek Peninjauan,” jelas Endro.

Saksi Temukan Kejanggalan

Korban ditemukan oleh rekannya, Resta, bersama dua saksi lainnya. Mereka curiga ketika melihat motor korban masih terparkir di depan kos, padahal korban biasanya tidak meninggalkan motor di luar dalam waktu lama.

Saksi mencoba memanggil korban, namun tak ada respons.

Baca Juga :  Pasutri Pakistan Telan 162 Kapsul Sabu, Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan di Bandara Soetta

“Dari depan pintu luar, saksi merasa ada yang aneh. Lalu saksi mengajak yang lain untuk memastikan keadaan korban,” ungkap Kasubsi Penmas Polres OKU, Ipda Chandra.

Saat pintu dibuka, mereka mendapati pemandangan yang mengerikan: Sayidatul sudah dalam kondisi tak bernyawa, terikat, dan penuh tanda-tanda kekerasan.

Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memastikan pelaku maupun motif pembunuhan. Namun, berdasarkan kondisi jasad dan posisi korban, kuat dugaan Sayidatul meninggal akibat tindakan kekerasan yang direncanakan.

Kasus pembunuhan guru PPPK ini mendapat sorotan publik karena korban dikenal sebagai guru muda yang aktif dan berprestasi di sekolah tempatnya mengajar. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas
Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara
Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi
Kunjungan Trump ke Beijing: Diplomasi Dagang di Tengah Pukulan Hukum Mahkamah Agung
Ambisi Militer Takaichi: Jepang Akhiri Era Pasifis dan Perkuat Kapabilitas Serangan Balik
Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:10 WIB

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:57 WIB

ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:37 WIB

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:52 WIB

Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Berita Terbaru

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 15:37 WIB