Hujan Deras Soekarno-Hatta, 16 Pesawat Terpaksa Dialihkan ke Bandara Alternatif

Senin, 12 Januari 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hantavirus Diwaspadai, Bandara Soetta Periksa Ketat Penumpang dari 4 Negara Ini. (Posnews/Humas PGS)

Hantavirus Diwaspadai, Bandara Soetta Periksa Ketat Penumpang dari 4 Negara Ini. (Posnews/Humas PGS)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (12/1/2026) memaksa AirNav Indonesia mengalihkan 16 pesawat ke bandara alternatif untuk menjaga keselamatan penerbangan.

EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menegaskan, pihaknya menyesuaikan navigasi penerbangan sesuai prosedur saat cuaca ekstrem.

“Semua langkah ini kami lakukan demi keselamatan. Perubahan navigasi mengikuti aturan resmi dan prosedur operasional,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan pelayanan terjadi antara pukul 05.00–10.00 WIB, ketika hujan deras menurunkan jarak pandang di landasan pacu Soekarno-Hatta di bawah 1.000 meter.

Baca Juga :  Hujan Ekstrem Picu Banjir Melanda 9 Wilayah di Aceh, 1.497 Warga Mengungsi dan 2 Tewas

Akibat cuaca ekstrem, AirNav mengatur ulang penerbangan sehingga lalu lintas kedatangan menumpuk, dan pilot pun harus melakukan go-around atau divert ke bandara lain.

Dialihkan ke Bandara Alternatif

Selama periode tersebut, 15 pesawat menunggu dalam antrean holding, sementara AirNav mengarahkan 16 pesawat ke bandara alternatif, antara lain:

  • Palembang: 2 pesawat
  • Semarang: 3 pesawat
  • Halim Perdanakusuma: 3 pesawat
  • Tanjung Pandan: 1 pesawat
  • Pangkalpinang: 1 pesawat
  • Solo: 2 pesawat
  • Yogyakarta International Airport (YIA): 4 pesawat
  • Jambi: 1 pesawat
Baca Juga :  Hujan Deras Rendam Jakarta, 45 RT dan 22 Jalan Kebanjiran

Hermana menegaskan, AirNav menetapkan prosedur go-around, holding, dan divert sebagai langkah keselamatan standar. Pilot tetap memegang kewenangan akhir sesuai regulasi nasional dan internasional.

“Kami selalu prioritaskan keselamatan penerbangan. Pilot menentukan prosedur demi keamanan penumpang dan kru,” jelas Hermana.

Berkat langkah cepat AirNav dan pilot, seluruh penumpang tetap aman, meskipun cuaca ekstrem sempat mengganggu operasional bandara.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB