Imbas Demo DPR, KAI Commuter Batasi Perjalanan Hingga Kebayoran–Palmerah

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Jalur 6-8 Stasiun Bogor ditutup mulai 15 April 2026. Sebanyak 31 jadwal KRL berubah, penumpang dialihkan ke peron lain selama proyek. (Posnews/KAI)

Ilustrasi, Jalur 6-8 Stasiun Bogor ditutup mulai 15 April 2026. Sebanyak 31 jadwal KRL berubah, penumpang dialihkan ke peron lain selama proyek. (Posnews/KAI)

JAKARTA – KAI Commuter membatasi perjalanan Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang hanya sampai Stasiun Kebayoran dan Palmerah. Kebijakan ini berlaku pada Kamis (28/8/2025) sore, akibat aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI.

Melalui akun resmi @CommuterLine, KAI Commuter menyampaikan bahwa kereta dari arah Rangkasbitung, Parung Panjang, dan Serpong hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Kebayoran dan Palmerah sebelum kembali menuju Serpong, Parung Panjang, maupun Rangkasbitung.

“Pembatasan perjalanan terjadi karena adanya kerumunan massa di perlintasan kereta api saat aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR,” tulis KAI Commuter.

Sebagai solusi, penumpang dari arah Bogor, Cikarang, Kampung Bandan, dan Tangerang yang ingin menuju Serpong, Parung Panjang, atau Rangkasbitung diminta turun di Stasiun Karet. Selanjutnya, mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan transportasi alternatif atau naik kembali dari Stasiun Kebayoran maupun Palmerah.

Sementara itu, penumpang dari arah Rangkasbitung, Parung Panjang, dan Serpong yang menuju Tangerang, Kampung Bandan, Cikarang, atau Bogor harus turun di Stasiun Kebayoran atau Palmerah, lalu melanjutkan perjalanan dari Stasiun Karet.

Baca Juga :  Trump Izinkan Tanker Minyak Rusia Masuk Kuba di Tengah Krisis

KAI Commuter juga mengimbau pengguna jasa agar mengikuti arahan petugas, mendahulukan penumpang yang keluar, serta menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas pengertiannya,” tulis KAI Commuter. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, panas terik. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:12 WIB