Krisis Janji Iklim Inggris: Pemerintah Rencanakan Pemangkasan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Masalah Perubahan Iklim tidak Sesimpel Menyelamatkan Lingkungan, Namun Ada Gesekan Kepentingan di Belakangnya. Dok: Istimewa

Ilustrasi, Masalah Perubahan Iklim tidak Sesimpel Menyelamatkan Lingkungan, Namun Ada Gesekan Kepentingan di Belakangnya. Dok: Istimewa

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Inggris berencana memangkas bantuan dana iklim bagi negara-negara miskin hingga lebih dari seperlima. Langkah ini memicu kecaman keras. Para aktivis menilai kebijakan ini melanggar janji internasional. Selain itu, pemotongan dana mengancam nyawa jutaan orang di negara rentan.

Menteri terkait berencana menurunkan pendanaan iklim. Mereka memangkas anggaran dari £11,6 miliar menjadi £9 miliar untuk lima tahun ke depan. Jika memperhitungkan inflasi, kebijakan ini memangkas daya beli sebesar 40%. Pemerintah menyepakati anggaran awal tersebut pada tahun 2021.

Ancaman Keamanan Nasional dan Pangan

Departemen Keuangan Inggris tetap memaksakan pemangkasan dana ini. Padahal, pimpinan intelijen Inggris sudah memberikan peringatan keras. Mereka menekankan bahwa keruntuhan ekosistem penting, seperti hutan Amazon atau Kongo, akan berdampak buruk pada keamanan nasional Inggris.

Prediksi dampak mencakup lonjakan harga pangan global. Selain itu, perebutan sumber daya berisiko memicu pecahnya perang. Namun, para menteri masih memperdebatkan rincian putaran baru pendanaan internasional. Mereka menyebut program ini sebagai ICF4. Pemerintah mengambil sebagian besar dana ini dari bantuan luar negeri. Sebelumnya, mereka sudah memangkas bantuan tersebut menjadi 0,3% dari pendapatan nasional bruto.

Strategi “Pelabelan Ulang” dan Penurunan Fokus

Investigasi mengungkap upaya “pelabelan ulang” oleh pegawai sipil. Mereka memasukkan proyek pendidikan atau kesehatan ke dalam payung dana iklim. Beberapa pejabat mengeklaim porsi bantuan hingga 30% untuk negara tertinggal sebagai dana iklim. Padahal, proyek tersebut hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap krisis lingkungan.

Perubahan fokus ini juga terlihat dari sikap Menteri Luar Negeri Yvette Cooper. Berbeda dengan David Lammy yang vokal, Cooper lebih tertarik pada pendidikan anak perempuan. Laporan media menyoroti pergeseran fokus ini. Ia bahkan absen dari KTT Cop30 di Brasil pada November lalu. Para aktivis menganggap hal ini sebagai sinyal penurunan komitmen Inggris di panggung dunia.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Rotasi 175 Personel, Ini Daftar Lengkap Perwira yang Dimutasi

Kehilangan Kepemimpinan Global

Keputusan ini muncul setahun setelah janji negara kaya. Mereka berjanji melipatgandakan dana iklim menjadi $300 miliar pada 2035. Direktur Power Shift Africa, Mohamed Adow, memberikan peringatan. Baginya, bantuan Inggris menentukan ketahanan atau bencana bagi negara rentan.

“Pelanggaran komitmen oleh Inggris memberi celah bagi negara lain,” ujar Adow. Hal ini membawa konsekuensi buruk bagi aksi iklim global. Senada dengan itu, pakar dari Satat Sampada Climate Foundation, Harjeet Singh, menegaskan bahwa langkah ini menghancurkan reputasi Inggris. Menurutnya, ambisi Inggris kini semakin mengecil. Inggris tidak lagi mampu memimpin aksi iklim global. Ia menilai janji kepada Global South selama ini hampa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB