Janda Muda Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Bandar Lampung, Warga Histeris Subuh

Sabtu, 1 November 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

BANDAR LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID – Kasus pembunuhan sadis terjadi di Perumahan Kedamaian Asri Mandiri, Kecamatan Tanjung Karang Timur, membuat histeris warga, Sabtu(1/11/2025) dini hari. 

Seorang janda muda ditemukan tewas mengenaskan di kamar tidurnya. Korban berinisial TF (31) tergeletak tanpa busana, bersimbah darah, diduga korban sempat melawan sebelum dibunuh secara sadis.

Peristiwa berdarah itu pecah sekitar pukul 04.30 WIB. Teriakan minta tolong terdengar dari rumah korban, disertai suara gaduh yang membuat warga panik dan bergegas mencari sumber suara.

“Kami dengar teriakan dan suara ribut dari dalam rumah, sekitar habis salat Subuh,” ujar Faisal, tetangga korban, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga :  7 Rekomendasi Motor Bekas 5 Jutaan yang Layak Dibeli Tahun 2025

Karena curiga dan takut terjadi apa-apa, warga memanggil petugas keamanan perumahan. Tak lama, polisi tiba dan langsung masuk ke rumah korban.

Kondisi Korban Sadis & Membuat Ngeri

Saat pintu berhasil dibuka, pemandangan horor tersaji. TF ditemukan tergeletak bersimbah darah di ranjang tanpa sehelai pakaian. Diduga kuat korban mengalami kekerasan brutal sebelum tewas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polsek Tanjung Karang Timur bersama Tim Inafis Satreskrim Polresta Bandar Lampung langsung melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengumpulkan barang bukti. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung.

Baca Juga :  Wanita di Karo Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Adik Kandung Demi Asuransi

Korban Hidup Menyendiri

Selain itu, warga mengaku korban belakangan jarang bersosialisasi usai berpisah dengan suaminya satu tahun lalu.

“Korban tinggal sendiri, kerja di biro jasa perpanjang dokumen kendaraan. Kami syok, nggak nyangka,” lanjut Faisal.

Petugas kini mengejar pelaku dan mengungkap motif sadis di balik pembunuhan janda ini. Dugaan awal mengarah pada tindakan kekerasan seksual sebelum pembunuhan, namun polisi belum memberikan keterangan resmi.

Kasus ini membuat warga trauma dan berharap pelaku segera ditangkap. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB