BEIJING, POSNEWS.CO.ID – CEO Nvidia, Jensen Huang, memproyeksikan perubahan besar pada pasar teknologi China. Ia meyakini pemerintah China akan membuka akses bagi chip AI canggih Amerika Serikat. Huang menyampaikan pandangan ini usai menyertai delegasi Presiden Donald Trump ke Beijing pekan lalu.
Huang membagikan pandangannya dalam sebuah wawancara televisi pada Senin (11/5/2026). Ia mengaku tidak membahas penjualan model chip H200 secara spesifik dengan para pejabat tinggi China. Namun, pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping memberikan sinyal perbaikan hubungan dagang.
Status Lisensi Chip H200
Washington sebenarnya telah memberikan lisensi untuk penjualan chip H200 ke China. Oleh karena itu, produsen teknologi di China secara hukum sudah dapat mengakses perangkat keras tersebut.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Perusahaan-perusahaan teknologi China tampak enggan membeli chip tersebut. Selain itu, Beijing terus mendorong pengembangan chip domestik secara agresif. Tujuannya sangat jelas, yaitu menantang dominasi Amerika Serikat dalam sektor kecerdasan buatan.
“Pemerintah China harus memutuskan seberapa besar pasar lokal yang ingin mereka lindungi,” ujar Huang saat menanggapi situasi tersebut. Ia menilai pasar akan terbuka seiring berjalannya waktu.
Janji Xi Jinping dan Komitmen Perdagangan
Presiden Xi Jinping memberikan pernyataan bernada optimis di hadapan delegasi bisnis Amerika. Ia memastikan bahwa China akan membuka pasar lebih luas kepada dunia. “Perusahaan Amerika akan menikmati prospek yang lebih cerah di China,” ungkap Xi sebagaimana dikutip media pemerintah China.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengeklaim telah mencapai kesepakatan dengan Xi untuk melonggarkan restriksi terhadap chip H200. Meskipun demikian, para legislator AS terus mengingatkan pemerintah. Mereka khawatir penjualan chip canggih akan memperkuat kemampuan militer China di masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Batasan Ekspor Masih Berlaku
Perlu dicatat bahwa tidak semua produk Nvidia mendapatkan lampu hijau untuk masuk ke pasar China. Perusahaan tetap dilarang menjual seri produk kelas atas lainnya. Seri Blackwell dan seri Rubin yang akan datang masih masuk dalam daftar larangan ekspor ke China.
Oleh sebab itu, Nvidia harus terus menavigasi regulasi keamanan nasional Amerika Serikat yang sangat ketat. Sementara itu, perusahaan terus memantau dinamika permintaan dari pasar China yang perlahan mulai beralih ke solusi buatan dalam negeri.
Menanti Keseimbangan Baru
Kunjungan delegasi bisnis bersama Presiden Trump menjadi langkah krusial dalam mencairkan hubungan ekonomi kedua negara. Singkatnya, keberhasilan Huang dalam menembus pasar China akan sangat bergantung pada kebijakan proteksionisme Beijing di masa depan.
Dengan demikian, industri teknologi global kini menanti perkembangan lebih lanjut dari pertemuan Beijing. Pasar akan terus mencermati apakah retorika “membuka diri” dari Presiden Xi akan diikuti oleh pembelian riil produk teknologi Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












