Kasus TPPU Bos Sritex Menggila, Kejagung Segel Aset Mewah Hotel Ayaka Suites

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung memasang plang sita di Hotel Ayaka Suites Setiabudi terkait kasus TPPU Sritex. (Posnews/Ist)

Kejagung memasang plang sita di Hotel Ayaka Suites Setiabudi terkait kasus TPPU Sritex. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan Bos Sritex. Kali ini Kejagung menyita aset mewah Hotel Ayaka Suites di Setiabudi, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyidik melakukan langkah tegas ini sebagai bagian dari pengusutan kasus TPPU yang berawal dari dugaan korupsi pemberian kredit bank ke PT Sritex Tbk.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menegaskan bahwa penyidik Jampidsus menyita hotel tersebut pada Kamis (11/12/2025). Ia memastikan aset itu terhubung dengan tersangka Iwan Kurniawan Lukminto (IKL), salah satu petinggi Sritex.

β€œTim Jampidsus menyita dan langsung memasang plang sita di Hotel Ayaka Suites,” ujar Anang dalam keterangan resmi, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga :  Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Selanjutnya, Anang menekankan bahwa penyitaan ini menjadi langkah penting dalam rangkaian penegakan hukum atas dugaan TPPU yang menjerat IKL.

Aset Diduga Kuat Terkait Tindak Pidana

Menurut Anang, penyidik menemukan bukti awal yang menunjukkan bahwa hotel mewah tersebut memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan tindak pidana yang disangkakan.

β€œAset itu diduga berasal dari atau dimanfaatkan sebagai sarana tindak pidana,” tegasnya.

Karena itu, Kejagung menilai penyitaan wajib dilakukan untuk memperkuat proses pembuktian serta mempercepat upaya pemulihan kerugian keuangan negara.

Badan Pemulihan Aset Ambil Alih Pengelolaan

Setelah penyitaan, Kejagung menyerahkan Hotel Ayaka Suites kepada Badan Pemulihan Aset (BPA). Langkah ini dilakukan agar nilai ekonomis hotel tidak merosot selama proses hukum berlangsung.

Baca Juga :  Brigjen Polri di BGN Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG

β€œBarang bukti ini bernilai ekonomis tinggi dan membutuhkan perawatan besar, sehingga BPA harus mengelolanya,” jelas Anang.

Ia juga menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya memburu hukuman untuk pelaku, tetapi secara paralel mengejar pemulihan uang negara.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan dua bos Sritexβ€”Iwan Setiawan Lukminto (ISL) dan Iwan Kurniawan Lukminto (IKL)β€”sebagai tersangka TPPU. Keduanya lebih dulu dijerat kasus korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex Tbk.

β€œIKL dan ISL sudah dikenakan pasal TPPU sejak 1 September,” tandas Anang.

Dengan begitu, Kejagung memastikan proses hukum terus bergulir agresif untuk membongkar aliran dana, modus penyembunyian aset, dan potensi kerugian negara yang lebih besar. (red)Β 

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah
Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan
Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu
Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:22 WIB

Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap

Selasa, 3 November 2026 - 18:47 WIB

Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali

Selasa, 3 November 2026 - 18:10 WIB

264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah

Selasa, 3 November 2026 - 08:26 WIB

Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu

Berita Terbaru