KPK Awasi Bantuan Gempa NTT, Warga Diminta Laporkan Dugaan Penyalahgunaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Di tengah duka warga Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat gempa, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pemerintah dan seluruh pihak agar bantuan kemanusiaan tidak diselewengkan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, praktik korupsi dapat muncul di berbagai sektor.

Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap bantuan dan anggaran bencana benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perilaku korupsi tersebut dalam semua lini, semua sektor. Ada hak masyarakat dan uang negara yang harus digunakan secara maksimal dan baik,” ujar Setyo di Gedung KPK, Senin (17/8/2026).

Peringatan tersebut menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan anggaran, logistik, serta distribusi bantuan dalam jumlah besar.

Jangan sampai warga yang sedang kehilangan rumah dan harta justru kembali menjadi korban akibat bantuan dipotong atau disalahgunakan.

KPK Minta Bantuan Dikelola Transparan

Setyo meminta pemerintah mengutamakan transparansi dalam mengelola bantuan gempa NTT.

Baca Juga :  Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat

Menurut dia, pemerintah pusat, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah harus berkoordinasi agar bantuan tepat sasaran.

KPK juga menyiapkan pengawasan melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi (Korsup). Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan bantuan berjalan sesuai peruntukan.

Selain itu, KPK membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan informasi apabila menemukan dugaan penyalahgunaan bantuan.

“Masyarakat bisa memberikan informasi kepada KPK manakala ada dugaan atau indikasi penyalahgunaan distribusi bantuan,” kata Setyo.

Warga Diminta Jangan Diam

KPK akan menelaah informasi yang masuk sebelum menentukan langkah berikutnya.

Karena itu, masyarakat yang menemukan dugaan bantuan tidak tersalurkan, dipotong, atau digunakan tidak sesuai peruntukan dapat menyampaikan informasi kepada KPK.

Langkah tersebut penting karena masyarakat menjadi pihak yang paling mengetahui kondisi di lapangan.

Namun, laporan dugaan penyalahgunaan tetap harus disertai informasi yang dapat diverifikasi. KPK akan melakukan telaah dan pengkajian sebelum mengambil tindakan sesuai kewenangannya.

Negara Harus Hadir untuk Korban

Setyo menegaskan, pemerintah harus menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat.

“Orientasinya adalah bagaimana memperbaiki itu. Memanfaatkan, menggunakan, memberdayakan segala aset yang dimiliki pemerintah untuk kepentingan sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan Merata, Tangerang Selatan Waspada Petir

Pesan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mengirim bantuan ke NTT.

Kementerian Pertahanan, misalnya, menyalurkan 20 ton bantuan logistik, termasuk tenda, velbed, makanan, selimut, obat-obatan, serta perangkat komunikasi.

BNPB juga mempercepat distribusi bantuan melalui jalur udara dan laut.

KPK Ingatkan Integritas di Tengah Bencana

Sehari setelah HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Setyo juga mengajak seluruh insan KPK menjaga integritas dan profesionalisme.

Ia menilai pejabat dan penyelenggara negara harus menjalankan amanah dengan jujur serta bertanggung jawab.

KPK sebelumnya juga menyampaikan empati dan solidaritas kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa.

Bencana seharusnya melahirkan solidaritas, bukan kesempatan mencari keuntungan.

Ketika warga sedang berjuang menyelamatkan keluarga dan memenuhi kebutuhan dasar, setiap rupiah bantuan harus memiliki tujuan yang jelas. Pemerintah wajib mengawasi.

Aparat harus menindak jika ditemukan penyimpangan. Sementara itu, masyarakat berhak mengawasi dan melaporkan dugaan penyalahgunaan.

Sebab, merampas bantuan korban bencana bukan sekadar pelanggaran terhadap uang negara, tetapi juga mengkhianati harapan orang-orang yang sedang berjuang untuk bangkit. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas
Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB