Kemensos ‘Sikat’ 11 Ribu KPM Terindikasi Judi Online, Angka Turun Drastis

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (Posnews/Ist)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap fakta mengejutkan, sebanyak 11 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) terindikasi terlibat judi online (judol) pada triwulan I 2026.

Meski demikian, angka ini justru anjlok tajam dibanding 2025, saat sekitar 600 ribu KPM dicoret dari daftar penerima karena kasus serupa.

“Tahun lalu kita sudah mencoret 600 ribu. Sebagian kami aktifkan kembali setelah ground check karena masih layak menerima bansos,” tegas Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Triwulan II Mengecil, Tinggal 75 KPM Dicoret

Selanjutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) memperketat pengawasan bansos agar tidak disalahgunakan.

Pada triwulan II 2026, jumlah KPM terindikasi judol tinggal 75 orang saja dan langsung dicoret dari daftar penerima.

“Triwulan pertama 11 ribu lebih dicoret, triwulan kedua tinggal 75 KPM,” ujar Gus Ipul.

Untuk memperkuat pengawasan, Kemensos menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dalam melacak aliran transaksi mencurigakan terkait bansos.

Gus Ipul menyebut, tren penurunan ini tidak lepas dari ketatnya pengawasan berbasis data.

Baca Juga :  ART Curi Perhiasan dan Culik Balita Majikan, Niat Minta Tebusan Rp10 Juta

“Penurunan ini cukup drastis. Terima kasih kepada PPATK yang membantu data agar bansos tepat sasaran,” katanya.

Data BPS Dipakai Kunci Validasi Nasional

Tak berhenti di situ, Kemensos juga akan memadukan data terbaru dari Badan Pusat Statistik untuk memperkuat validasi penerima bansos 2026.

Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi penyalahgunaan bantuan sosial di lapangan.

Gus Ipul menegaskan, pemerintah tidak akan ragu menindak KPM yang terbukti menyalahgunakan bansos.

“Kalau terbukti, langsung kami evaluasi,” tegasnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Mendadak Kosong, Kemenimipas Telusuri Barang
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan
Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan
Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:07 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan

Sabtu, 26 September 2026 - 06:56 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Jumat, 25 September 2026 - 06:17 WIB

Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 05:53 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan

Kamis, 24 September 2026 - 20:10 WIB

Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

DAERAH

Mayat Pria Terkubur di Tanah Lapang Batanghari, Kaki Terikat

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:19 WIB

Ilustrasi, warga Jabodetabek diminta mewaspadai perubahan cuaca dan potensi hujan dengan intensitas tinggi.(Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Hari Ini 27 September, Jabodetabek Berpotensi Hujan Deras

Minggu, 27 Sep 2026 - 06:11 WIB