Menjaga Mata dan Mental dari Paparan Blue Light yang Mengintai

Selasa, 9 Desember 2025 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Mata sering lelah dan susah tidur? Hati-hati, itu ulah Blue Light dari gawai Anda. Simak dampak seriusnya bagi retina dan ritme tidur, serta cara detoks digital yang efektif. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Mata sering lelah dan susah tidur? Hati-hati, itu ulah Blue Light dari gawai Anda. Simak dampak seriusnya bagi retina dan ritme tidur, serta cara detoks digital yang efektif. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Manusia modern kini hidup dalam ketergantungan akut terhadap layar digital. Mulai dari bangun tidur hingga kembali terlelap, mata kita terus menatap ponsel, laptop, atau televisi.

Perangkat-perangkat canggih ini telah menjadi perpanjangan tangan kita. Namun, di balik kecanggihannya, mereka memancarkan gelombang cahaya khusus yang bernama Blue Light atau sinar biru.

Sinar ini tampak tidak berbahaya secara kasat mata. Akan tetapi, paparan berlebihan dalam jarak dekat menyimpan potensi ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental kita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mata Lelah dan Ancaman Retina

Paparan terus-menerus terhadap layar memicu gangguan kesehatan mata yang nyata. Dunia medis mengenalnya dengan istilah Sindrom Penglihatan Komputer atau Digital Eye Strain.

Gejalanya mencakup mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala yang menyiksa. Selain itu, sinar biru memiliki energi tinggi yang mampu menembus hingga ke bagian dalam mata.

Baca Juga :  Kenapa Kamu Sering Menunda Padahal Tahu Itu Merugikan?

Jangka panjangnya, paparan intensitas tinggi berisiko merusak sel-sel peka cahaya di retina. Kerusakan ini dapat memicu degenerasi makula yang mengancam ketajaman penglihatan kita di masa tua.

Otak Bingung, Tidur Berantakan

Dampak blue light tidak berhenti di mata saja. Justru, pengaruhnya terhadap otak dan pola tidur jauh lebih mengkhawatirkan. Sinar biru memiliki panjang gelombang yang mirip dengan sinar matahari pagi.

Akibatnya, otak kita menjadi bingung. Otak mengira hari masih siang meskipun jam dinding sudah menunjukkan tengah malam. Lantas, kelenjar pineal menahan produksi hormon melatonin.

Padahal, melatonin adalah hormon kunci yang memicu rasa kantuk dan mengatur ritme sirkadian tubuh. Imbasnya, kita mengalami insomnia atau penurunan kualitas tidur yang parah.

Detoks Digital Sebelum Tidur

Gangguan tidur ini berujung pada penurunan kualitas mental dan produktivitas esok harinya. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan “Detoks Digital”.

Baca Juga :  Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Terapkan aturan tegas untuk menetapkan waktu bebas layar (screen-free time). Hentikan penggunaan gawai setidaknya satu atau dua jam sebelum waktu tidur.

Biarkan otak beristirahat dalam suasana redup. Dengan begitu, produksi melatonin akan kembali lancar dan tubuh bisa melakukan regenerasi sel secara optimal saat tidur.

Perisai Kacamata dan Aturan 20-20-20

Pada akhirnya, kita harus bertindak cerdas dalam menggunakan teknologi. Penggunaan kacamata dengan lensa anti-radiasi atau mengaktifkan fitur Night Mode di ponsel bisa membantu mengurangi paparan.

Tak kalah penting, praktikkan aturan 20-20-20 saat bekerja. Setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Ingatlah, kesehatan mata dan kualitas tidur adalah aset tak ternilai. Jangan biarkan cahaya biru dari layar kecil merenggut kesehatan masa depan Anda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB