KPK Sikat Bupati Pati, Sudewo Peras Caperdes hingga Rp225 Juta – Uang Mengalir Rp2,6 Miliar

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Direktur Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu. (Posnews/Ist)

Plt Direktur Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Sudewo (SDW) sebagai tersangka kasus pemerasan calon perangkat desa (caperdes) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sudewo mematok tarif ratusan juta rupiah bagi warga yang ingin lolos jadi perangkat desa.

Plt Direktur Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, Sudewo awalnya memasang tarif Rp125 juta hingga Rp150 juta per caperdes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, angka itu kemudian dimainkan oleh orang-orang kepercayaannya.

Kasus ini bermula akhir 2025, saat Pemkab Pati mengumumkan pembukaan formasi perangkat desa pada Maret 2026.

Alih-alih menjalankan proses bersih, Sudewo justru mengumpulkan tim sukses (timses) untuk menarik uang dari para pendaftar.

Baca Juga :  Bupati Ardito Wijaya dan 4 Orang Lain, Dijerat KPK Kasus Dugaan Suap Proyek Rp5,75 Miliar

β€œSejak November 2025, SDW sudah membahas rencana pengisian jabatan perangkat desa bersama timsesnya,” kata Asep, Selasa (20/1/2026).

Kades Jadi Korcam β€˜Tim 8’

Sudewo lalu menunjuk delapan kepala desa sebagai koordinator kecamatan atau dikenal sebagai Tim 8. Mereka bertugas mengutip uang dari para caperdes di wilayah masing-masing.

Delapan kades itu antara lain Sisman, Sudiyono, Abdul Suyono, Imam, Yoyon, Pramono, Agus, dan Sumarjiono.

Selanjutnya, Abdul Suyono dan Sumarjiono memerintahkan para kades lain untuk mengumpulkan uang dari caperdes.

Tarif Dinaikkan, Ancaman Menyertai

Atas perintah Sudewo, tarif caperdes dinaikkan menjadi Rp165 juta hingga Rp225 juta per orang. Padahal, tarif awal hanya Rp125–150 juta.

Baca Juga :  Jaksa Agung Copot Kajari Jakbar, Terungkap Aliran Rp 11,7 M Investasi Bodong

Tak hanya itu, praktik pungli ini juga dibarengi ancaman. Caperdes yang menolak membayar disebut terancam gagal ikut seleksi. Bahkan, formasi perangkat desa diklaim tak akan dibuka lagi di tahun berikutnya.

Akibat pengondisian tersebut, hingga 18 Januari 2026, Sumarjiono mengumpulkan dana sekitar Rp2,6 miliar dari delapan desa di Kecamatan Jaken.

Uang itu dikumpulkan Karjan selaku pengepul, lalu diserahkan ke Abdul Suyono, sebelum akhirnya mengalir ke tangan Sudewo.

KPK memastikan penyidikan terus berjalan dan membuka peluang penetapan tersangka baru. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi
Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama
Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa
Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
Gara-Gara Cewek, Duel Celurit di Jakarta Utara Tewaskan Remaja 16 Tahun

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:30 WIB

Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol

Berita Terbaru

Pelebaran sayap di Asia Timur. Anthropic resmi membuka kantor baru di Seoul guna menggarap pasar potensial Korea Selatan pasca-pemblokiran akses model AI canggih oleh pemerintah AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:15 WIB