KPK Temukan Celah Korupsi dalam E-Katalog dan Pengadaan Digital

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Posnews/KPK)

Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto membongkar fakta mengejutkan di balik masifnya digitalisasi layanan pemerintah.

Menurutnya, sistem digital tidak otomatis mampu memberantas korupsi. KPK justru masih menemukan berbagai praktik kecurangan yang memanfaatkan celah dalam sistem elektronik.

Setyo menyampaikan peringatan tersebut saat menghadiri Peluncuran Nasional E-Learning ASN Berintegritas, Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa teknologi hanya berperan sebagai alat, sedangkan keberhasilan pencegahan korupsi tetap bergantung pada integritas manusia yang mengoperasikannya.

“Kalau kita bekerja tanpa integritas, digitalisasi hanya menjadi alat. Dan alat bisa diakali,” tegas Setyo.

KPK Temukan Modus Korupsi di Balik Sistem Digital

Setyo mengungkapkan, KPK masih menangani sejumlah kasus korupsi yang terjadi di tengah penerapan sistem layanan dan pengadaan berbasis elektronik.

Para pelaku memanfaatkan celah tertentu untuk menjalankan praktik curang tanpa mudah terdeteksi.

Menurutnya, digitalisasi memang menutup banyak ruang penyimpangan. Namun, sejumlah oknum masih mampu membuka “pintu belakang” untuk mengatur proses demi keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati

“Kami sudah membuktikan dalam banyak perkara. Sistemnya terlihat sudah digital, tetapi backdoor atau pintu belakangnya masih bisa dimainkan,” ungkapnya.

Karena itu, Setyo mengingatkan bahwa transformasi digital tanpa pengawasan ketat dan integritas yang kuat justru berpotensi melahirkan modus korupsi baru yang lebih canggih.

E-Katalog Ternyata Masih Bisa Dikotak-katik

Dalam kesempatan itu, Setyo juga menyoroti sistem e-katalog yang selama ini menjadi andalan pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa.

Meski dirancang untuk meningkatkan transparansi dan menekan praktik suap, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya aman dari manipulasi.

Ia mengungkapkan masih ada pihak yang memanfaatkan akses dan kewenangan tertentu untuk mengatur proses pengadaan sesuai kepentingan kelompok tertentu.

“Misalnya e-katalog. Pengadaan secara digital masih bisa dimainkan, masih bisa dikotak-katik. Ditutup siang hari, dibuka malam hari. Semua kembali kepada sumber daya manusianya,” katanya.

Setyo menegaskan bahwa akar masalah korupsi bukan berada pada teknologi, melainkan pada orang yang mengendalikan teknologi tersebut.

Broker dan Makelar Proyek Ternyata Bergantung pada Orang Dalam

Lebih jauh, Setyo membongkar peran broker, calo, dan makelar proyek yang kerap muncul dalam pengadaan pemerintah. Menurutnya, mereka tidak memiliki kemampuan luar biasa untuk menembus sistem.

Baca Juga :  Revisi UU Polri Resmi Disahkan DPR, Ini Poin Penting Pembahasannya

Sebaliknya, mereka hanya memanfaatkan informasi yang bocor dari pihak internal. Informasi itulah yang kemudian digunakan untuk menyusun strategi memenangkan proyek tertentu.

“Sering saya sampaikan, mereka ini tidak sakti-sakti amat. Mereka hanya menunggu informasi dari orang dalam. Ketika orang dalam memberi tahu spesifikasi dan rencana pengadaan, mereka langsung menyiapkan semuanya,” beber Setyo.

KPK menilai kebocoran informasi internal menjadi salah satu penyebab utama praktik korupsi tetap bertahan meski pemerintah terus memperluas digitalisasi layanan publik.

Integritas ASN Jadi Kunci Utama

Setyo menegaskan reformasi birokrasi tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan aplikasi dan sistem digital. Pemerintah juga harus memperkuat karakter dan integritas aparatur sipil negara (ASN).

Karena itu, KPK meluncurkan program E-Learning ASN Berintegritas untuk memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi.

Program tersebut diharapkan mampu membentuk ASN yang menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Menurut Setyo, teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menghentikan korupsi jika integritas para penggunanya lemah.

“Digitalisasi akan efektif jika diiringi integritas yang kuat. Kalau integritasnya lemah, sistem secanggih apa pun tetap bisa disalahgunakan,” tegasnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan
Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati
Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:25 WIB

Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan

Selasa, 3 November 2026 - 06:40 WIB

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:38 WIB

Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump membahas potensi kesepakatan perdagangan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:21 WIB

Polisi Israel membebaskan tersangka dugaan suap pemilih. Keputusan ini memukul telak manuver Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berusaha menolak hasil pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:11 WIB

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB