Misteri Benda Gagal: Mengintip Dunia Aneh Para Kolektor Khusus

Minggu, 2 November 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lupakan prangko. Mengapa ada orang yang sengaja berburu sneakers KW dan action figure cacat produksi? Mengintip dunia kolektor subkultur. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lupakan prangko. Mengapa ada orang yang sengaja berburu sneakers KW dan action figure cacat produksi? Mengintip dunia kolektor subkultur. Dok: Istimewa.

JAKARTA, INDONESIA – Ketika mendengar kata ‘kolektor’, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada prangko langka, piringan hitam klasik, atau action figure mint in box. Hobi-hobi ini sudah umum dan mudah dipahami.

Namun, di balik pintu tertutup forum internet dan grup media sosial, ada dunia koleksi yang jauh lebih spesifik dan, bagi sebagian orang, jauh lebih “aneh”. Ini adalah dunia di mana barang rongsokan, produk gagal, atau barang palsu justru menjadi buruan utama.

Emas dari Barang Gagal

Ada banyak subkultur kolektor yang mendedikasikan hidup mereka pada objek yang tidak biasa. Sebagai contoh:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Kolektor Mainan Cacat Produksi: Mereka tidak mencari mainan yang sempurna. Sebaliknya, mereka berburu figur Star Wars dengan kepala terbalik, superhero dengan logo salah cetak, atau kemasan yang salah segel. Semakin langka kesalahannya, semakin tinggi nilainya. Bagi mereka, ketidaksempurnaan inilah yang membuatnya unik.
  2. Arsiparis Floppy Disk: Ada pula komunitas yang mendedikasikan diri untuk melestarikan floppy disk (disket) lawas. Mereka adalah “arkeolog digital” yang berburu disket berisi data perusahaan yang sudah bangkrut, software beta yang terlupakan, atau bahkan virus komputer kuno. Ini adalah perburuan untuk menyelamatkan sejarah data yang nyaris punah.
  3. Penggemar Sneakers KW: Yang tak kalah unik adalah kolektor sneakers palsu (knock-offs). Jika kolektor sneakers biasa mencari keaslian, grup ini justru terpesona oleh ‘high-tier fakes’—produk KW yang dibuat begitu mirip hingga nyaris tak bisa dibedakan. Mereka mengagumi ‘seni’ di balik pemalsuan dan ironi memiliki barang yang ‘hampir’ asli.
Baca Juga :  Modal Tak Kasat Mata Anak Jaksel: Ketika Selera Menjadi Penentu Status

Sensasi Berburu

Apa yang mendorong mereka? Menurut psikolog, motivasi kolektor niche ini sangat mendalam.

Pertama, ada sensasi “berburu” (the thrill of the hunt). Mencari barang yang tidak dicari orang lain memberikan kepuasan unik yang tidak bisa didapat dari membeli barang umum. Kedua, ini adalah soal pelestarian sejarah. Kolektor disket, misalnya, merasa memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan data yang akan hilang selamanya.

Baca Juga :  Membangun Kembali Momentum Setelah Akhir Pekan

Terakhir, ini adalah soal pembentukan identitas. Menjadi ahli di bidang yang sangat spesifik (seperti mainan cacat produksi) memberikan mereka status dan komunitas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Menciptakan Makna

Pada akhirnya, hobi kolektor ‘aneh’ ini membuktikan satu hal: nilai sebuah objek bersifat subjektif. Bagi sebagian besar orang, disket lawas adalah sampah. Akan tetapi, bagi kolektor, itu adalah artefak sejarah.

Hobi, seaneh apa pun kedengarannya, adalah cara manusia yang sangat mendasar untuk menciptakan keteraturan, mengkategorikan dunia, dan menemukan makna di ceruk kecil mereka sendiri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Langkah taktis dua raksasa ekonomi. Intervensi gabungan otoritas keuangan Jepang dan Amerika Serikat mendongkrak nilai tukar yen hingga level 157 per dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Minggu, 2 Agu 2026 - 06:18 WIB