Mediasi Kasus Fitnah Lisa Mariana dan Ridwan Kamil Siang Ini di Bareskrim

Selasa, 23 September 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Posnews/Ist)

Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Kasus panas antara selebgram Lisa Mariana dan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali memasuki babak baru.

Keduanya dijadwalkan menjalani proses mediasi di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, hari ini, Selasa (23/9/2025) pukul 14.00 WIB.

Mediasi ini difasilitasi penyidik siber setelah laporan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang menyeret nama Ridwan Kamil. Baik Lisa Mariana maupun Ridwan Kamil dipanggil langsung oleh penyidik untuk hadir.

Baca Juga :  WN Malaysia Tertangkap Bawa 60 Kg Sabu, Upah Rp 80 Juta

“Jam 14.00 ya, proses mediasi dilakukan di Bareskrim,” tegas Kasubdit I Dit Tipidsiber Bareskrim Polri Kombes Rizki Agung Prakoso, Selasa siang.

Sebelumnya, pada 11 April 2025, Ridwan Kamil resmi melaporkan Lisa Mariana terkait tuduhan pencemaran nama baik. Laporan ini bermula dari klaim Lisa bahwa mantan Gubernur Jabar itu adalah ayah biologis anaknya berinisial CA.

Baca Juga :  Mediasi Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Deadlock, Kasus Fitnah Lanjut ke Bareskrim

Namun, Pusdokkes Polri sudah menepis isu tersebut. Hasil tes DNA yang keluar menyatakan Ridwan Kamil tidak identik dengan CA. Fakta ini menambah panas kasus yang sudah jadi perhatian publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, publik menanti hasil mediasi siang ini: apakah kedua pihak bisa berdamai, atau kasus ini tetap lanjut ke meja hukum. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB