Natalius Pigai Tinjau Komnas HAM India untuk Perkuat Institusi HAM di Indonesia

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai mempelajari praktik terbaik Komnas HAM India di New Delhi, Rabu (27/8/2025), sebagai rujukan revisi UU HAM Indonesia. (Dok-Komnas HAM)

Menteri HAM Natalius Pigai mempelajari praktik terbaik Komnas HAM India di New Delhi, Rabu (27/8/2025), sebagai rujukan revisi UU HAM Indonesia. (Dok-Komnas HAM)

INDIA – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Komnas HAM India di New Delhi, Rabu (27/8/2025). Ia bertemu pimpinan dan anggota Komnas HAM India guna mempelajari praktik terbaik institusi HAM yang terbukti kuat dan independen di dunia.

Menurut Pigai, pengalaman Komnas HAM India bisa menjadi rujukan untuk memperkuat institusi HAM di Indonesia melalui revisi UU HAM. “Komnas HAM India memiliki investigasi independen, jaksa, dan hakim sendiri. Institusi ini sangat independen sehingga parlemen maupun pemerintah tidak bisa mengintervensi,” ujarnya.

Pigai menekankan, revisi UU HAM bertujuan memberi kekuatan lebih kepada institusi HAM di Indonesia, agar menjadi lembaga yang kuat, independen, berwibawa, dan berintegritas. Ia menambahkan, struktur Komnas HAM India terdiri dari tokoh berpengalaman, termasuk mantan Ketua Mahkamah Agung, hakim, dan tokoh dengan pengalaman HAM praktis.

Baca Juga :  KPK Bongkar Aliran Duit “Ratusan Juta” Kuota Haji, Mantan Menag Yaqut Cholil Terancam

Selain itu, India memiliki institusi HAM khusus yang menangani anak, kelompok minoritas, disabilitas, dan perempuan. “Lembaga-lembaga ini independen, namun pimpinan mereka berkordinasi dengan Komnas HAM India secara berkala. Praktik ini bisa dijadikan rujukan dengan penyesuaian di Indonesia,” jelas Pigai.

Dalam pertemuan itu, Pigai juga mendapat perspektif tentang sejarah India menangani pengungsi sejak 1972 dari Afrika, Bangladesh, Myanmar, dan Pakistan. “Pengalaman India bisa menjadi pelajaran berharga. Tujuannya agar institusi HAM di Indonesia memiliki kekuatan, daya, integritas, dan wibawa,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bejat! Ayah di Tamansari Tega Cabuli Anak Kandung Berusia 6 Tahun

Pigai didampingi Wakil Duta Besar Indonesia di India Yudho Sasongko, Staf Khusus Menteri HAM Thomas H. Suwarta, serta staf Kementerian HAM Muhammad Hafiz dan Yunita. Dari Komnas HAM India hadir Ketua Justice V. Ramasubramanian, Sekretaris Jenderal Anand Swaroop, dan anggota lainnya. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arus Mudik 2026: 459 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta, 3,2 Juta Masih Tertahan
Cuaca Indonesia Minggu 15 Maret 2026, Jakarta hingga Surabaya Berawan dan Hujan
Diplomasi Rel dan Jembatan: Korea Utara Buka Kembali Jalur Logistik dengan China dan Rusia
Bupati Syamsul Auliya Rachman Jadi Tersangka, KPK Bongkar Setoran THR Rp610 Juta
Revolusi Jalur Langit: Jepang Bangun Tol Drone 40.000 Km di Atas Kabel Listrik
Mudik Lebaran 2026, Kapolda Metro Jaya Pastikan 1.647 Titik Pengamanan Siap
Strategi Tanpa Arah: Membedah Kekacauan Politik di Balik Serangan Militer AS ke Iran
Klaim Kemenangan Mutlak AS: Pete Hegseth Sebut Militer Iran Lumpuh Total di Hari ke-13

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:55 WIB

Arus Mudik 2026: 459 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta, 3,2 Juta Masih Tertahan

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:09 WIB

Cuaca Indonesia Minggu 15 Maret 2026, Jakarta hingga Surabaya Berawan dan Hujan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:13 WIB

Diplomasi Rel dan Jembatan: Korea Utara Buka Kembali Jalur Logistik dengan China dan Rusia

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:56 WIB

Bupati Syamsul Auliya Rachman Jadi Tersangka, KPK Bongkar Setoran THR Rp610 Juta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:53 WIB

Revolusi Jalur Langit: Jepang Bangun Tol Drone 40.000 Km di Atas Kabel Listrik

Berita Terbaru