Pabrik Sabun Palsu di Bekasi Digulung, Omzet Capai Rp1 Miliar – Dijual Lewat E-Commerce

Jumat, 14 November 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti sabun palsu dan bahan kimia yang disita dari pabrik rumahan di Bekasi. (Ikhsan/Posnews)

Barang bukti sabun palsu dan bahan kimia yang disita dari pabrik rumahan di Bekasi. (Ikhsan/Posnews)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Pelaku kejahatan melakukan segala cara untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya meski harus melanggar hukum. Salah satunya dengan membuat sabun cair palsu.

Aparat Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mencium kegiatan mereka dari informasi warga kemudian menggerebek pabrik rumahan pembuat tersebut di Kavling Carolus, Jalan Kampung Sawah, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Penggerebekan ini sempat menghebohkan warga karena produksi ilegal itu sudah berjalan berbulan-bulan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menegaskan pengungkapan ini membuka praktik pemalsuan produk kebersihan yang jelas melanggar aturan.

“Pengungkapan produksi sabun cair palsu ini kami lakukan karena tidak sesuai aturan dan ketentuan,” ujar Kombes Kusumo, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga :  Komplotan Bersenjata Celurit Rampas Motor Pedagang di Bekasi Timur

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini terkuak setelah warga mencurigai aktivitas mencurigakan yang berlangsung selama 3–4 bulan di rumah kontrakan tersebut. Dari penyelidikan, polisi menemukan pabrik rumahan yang memproduksi sabun palsu dalam jumlah besar.

Modus Sadis: Jiplak Merek, Tempel Stiker Sendiri

Pelaku menjiplak merek terkenal, mencetak sendiri stikernya, lalu menempelkannya pada sabun racikannya. Ia meramu sabun palsu itu menggunakan bahan jauh dari standar, seperti texapon, garam, soda cuci, pewarna, parfum, serta bahan pengental.

Semua produk palsu itu kemudian dikemas menyerupai merek ternama, sehingga mudah mengecoh pembeli.

Polisi menciduk ROH, pemilik pabrik sabun palsu itu, dalam penggerebekan pada Kamis malam (13/11/2025). Pelaku mengakui bahwa ia memasarkan seluruh barang ilegal tersebut melalui e-commerce dengan harga miring.

Baca Juga :  Pria Tewas Tertutup Kardus di Jalan Hankam Bekasi, Polisi Pastikan Korban Dibunuh

“Pemasarannya dilakukan melalui online,” ungkap Kusumo.

Omzet Fantastis: Rp1 Miliar dari Produk Palsu

Dari bisnis ilegal tersebut, ROH mengantongi omzet hingga Rp1 miliar. Polisi pun memasang garis kuning di dua rumah kontrakan yang dipakai untuk memproduksi sekaligus mengemas sabun palsu itu.

Kini, ROH masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Metro Bekasi Kota.

“Pasal yang kami sangkakan, Pasal 62 Ayat 1 Jo Pasal 8 Ayat 1 huruf A, E, F, dan H, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegas Kusumo. (Ihsan)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB