KTT G20 Memanas: Ramaphosa Sindir Absennya AS

Selasa, 25 November 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drama di Johannesburg! Presiden Ramaphosa tutup KTT G20 tanpa serah terima simbolis ke AS. Boikot Trump dan isu diskriminasi rasial jadi pemicu ketegangan. Dok: Al Jazeera.

Drama di Johannesburg! Presiden Ramaphosa tutup KTT G20 tanpa serah terima simbolis ke AS. Boikot Trump dan isu diskriminasi rasial jadi pemicu ketegangan. Dok: Al Jazeera.

JOHANNESBURG, POSNEWS.CO.ID – – Perhelatan KTT G20 di Johannesburg resmi berakhir pada Minggu (23/11/2025). Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, menutup pertemuan ekonomi terbesar dunia itu dengan mengetuk palu sidang.

Namun, ada pemandangan ganjil dalam upacara penutupan tersebut. Kursi delegasi Amerika Serikat (AS) tampak kosong dari pejabat tinggi. Pasalnya, Presiden Donald Trump memutuskan untuk memboikot acara tersebut secara total.

Trump menuduh Afrika Selatan melakukan diskriminasi terhadap minoritas kulit putih Afrikaner. Padahal, klaim tersebut telah terbantahkan secara luas oleh berbagai pihak internasional. Akibatnya, ketegangan diplomatik mewarnai sepanjang jalannya konferensi.

Drama Serah Terima Palu

Momen penutupan biasanya menjadi ajang serah terima jabatan presiden G20 ke negara berikutnya. Akan tetapi, Ramaphosa menolak melakukan tradisi tersebut kali ini.

AS hanya mengirimkan pejabat kedutaan junior untuk menerima estafet kepemimpinan. Oleh karena itu, Afrika Selatan menilai hal tersebut melanggar protokol negara. Ramaphosa enggan menyerahkan palu kehormatan kepada diplomat level rendah.

Baca Juga :  Jelang KTT G20, China dan Afrika Selatan Sepakati Tarif Nol Persen dan Kemitraan Strategis

“Palu KTT G20 ini secara resmi menutup pertemuan ini. Selanjutnya, kepemimpinan berpindah ke presiden G20 berikutnya, yaitu Amerika Serikat,” ujar Ramaphosa singkat.

Ia hanya menyebut AS satu kali dalam pidatonya. Lantas, Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Ronald Lamola, menegaskan sikap negaranya. “Bola sudah berpindah. Kami sudah selesai. Terserah mereka,” tegasnya kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deklarasi Bersama di Tengah Protes

Meskipun tanpa kehadiran AS, Rusia, dan China, para delegasi tetap berhasil merilis deklarasi bersama. Dokumen tersebut menekankan komitmen terhadap penanganan perubahan iklim dan kesetaraan gender.

Tentu saja, hal ini memicu kemarahan Gedung Putih. Juru bicara Anna Kelly menuduh Ramaphosa “mempersenjatai” presidensi G20. Ia menilai Afrika Selatan sengaja merusak prinsip dasar organisasi dengan menerbitkan deklarasi tanpa persetujuan AS.

Baca Juga :  Modus Debt Collector, Mobil Toyota Calya Raib Dirampas di Tangerang

Sebaliknya, Kanselir Jerman Friedrich Merz justru mengkritik langkah Washington. Ia menyebut keputusan AS untuk abstain bukanlah keputusan yang baik.

“Dunia saat ini sedang mengalami penyelarasan ulang. Koneksi-koneksi baru sedang terbentuk,” ujar Merz kepada Reuters.

Fokus pada Perdamaian Konflik

Deklarasi tersebut juga menyoroti isu perdamaian global. Anggota G20 sepakat bekerja untuk perdamaian abadi di Ukraina, Republik Demokratik Kongo, dan Wilayah Palestina yang Diduduki.

Menariknya, konflik Sudan akhirnya mendapat perhatian serius setelah dua tahun terabaikan. Jurnalis Saeed Abdalla menyebut ini sebagai momen penting bagi penyelesaian konflik di negaranya.

Pada akhirnya, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyimpulkan situasi dengan tenang. Ia menilai ketidakhadiran Trump “tidak terlalu menjadi masalah”. Menurutnya, semangat multilateralisme tetap hidup dan justru lebih kuat dari sebelumnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung
Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total
Operasi Ikan Sapu-Sapu DKI Jakarta Digelar Serentak Jumat Pagi, Ini 5 Lokasinya
PBB Kucurkan Dana Darurat Saat Korban Perang Iran Tembus 2.360 Jiwa
Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran
Hery Susanto Resmi Ditahan Kejagung, Terseret Kasus Korupsi Nikel Rp1,5 Miliar
Bagaimana Perang Iran Memperkokoh Hegemoni Energi Hijau Tiongkok
Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba via Ojol, Lab Vape Etomidate di Jaktim Digerebek

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:20 WIB

Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung

Kamis, 16 April 2026 - 17:13 WIB

Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total

Kamis, 16 April 2026 - 16:31 WIB

Operasi Ikan Sapu-Sapu DKI Jakarta Digelar Serentak Jumat Pagi, Ini 5 Lokasinya

Kamis, 16 April 2026 - 16:04 WIB

PBB Kucurkan Dana Darurat Saat Korban Perang Iran Tembus 2.360 Jiwa

Kamis, 16 April 2026 - 15:21 WIB

Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran

Berita Terbaru

Runtuhnya era Orban. Partai oposisi Tisza pimpinan Peter Magyar meraih kemenangan telak dalam pemilu Hungaria 2026, mengakhiri kekuasaan panjang Viktor Orban dan menjanjikan kembalinya aliansi kuat dengan Uni Eropa serta NATO. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Peter Magyar Tuntut Presiden Sulyok Mundur guna Reset Total

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:13 WIB

Mencari kesatuan ekonomi. Para pemimpin keuangan G7 berkumpul di Washington guna menghadapi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global akibat blokade Selat Hormuz yang masih berlanjut di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:21 WIB