Presiden Lula dan Trump Bahas Kartel Kriminal hingga Mineral

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan diplomatik di Amerika Selatan. Presiden Brazil Lula da Silva memperingatkan mitranya Donald Trump agar tidak mencampuri urusan pemilihan umum mendatang di negaranya. Dok: Istimewa.

Ketegangan diplomatik di Amerika Selatan. Presiden Brazil Lula da Silva memperingatkan mitranya Donald Trump agar tidak mencampuri urusan pemilihan umum mendatang di negaranya. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara dua raksasa Belahan Bumi Barat, Brasil dan Amerika Serikat, kini memasuki babak baru. Presiden Luiz Inácio Lula da Silva tiba di Washington pada Rabu malam. Kunjungan ini bertujuan mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Donald Trump.

Menteri Keuangan Brasil, Dario Durigan, menyatakan misi utama kunjungan ini adalah melindungi rakyat. Ia ingin memprioritaskan kepentingan nasional melalui dialog konstruktif. Perjumpaan ini menjadi upaya memperbaiki hubungan yang sempat retak akibat kebijakan ekonomi Washington tahun lalu.

Memperbaiki Retakan Akibat Krisis Tarif

Tahun 2025 menjadi periode sulit bagi hubungan bilateral kedua negara. Saat itu, administrasi Trump memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang Brasil. Kebijakan tersebut berkaitan dengan proses hukum mantan Presiden Jair Bolsonaro. Hal ini menyangkut dugaan keterlibatannya dalam rencana kudeta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Lula merespons keras tindakan tersebut dengan membela kedaulatan Brasil. Trump kemudian melonggarkan tarif guna menekan biaya hidup konsumen Amerika. Namun, ketegangan masih menyisakan sisa-sisa ketidakpercayaan. Pemulihan hubungan terlihat sejak Majelis Umum PBB pada September lalu. Keduanya juga sempat bertemu secara pribadi di Malaysia sebulan kemudian.

Baca Juga :  Merapi Kembali Bergejolak: Awan Panas Sejauh 2 Km Meluncur Dini Hari

Pertarungan Status: Isu Terorisme Faksi Kriminal

AS berencana menetapkan faksi kriminal terbesar Brasil sebagai organisasi teroris asing. Kelompok tersebut adalah Comando Vermelho (CV) dan Primeiro Comando da Capital (PCC). Brasil memandang langkah ini sebagai upaya Washington memperluas pengaruh. Mereka khawatir pengaruh politik dan ekonomi AS akan masuk ke wilayah kedaulatan Brasil.

“Ini masalah defensif bagi Brasil. Hal tersebut tidak melayani kepentingan nasional,” ujar pakar hubungan internasional Leonardo Paz Neves. Namun, sumber internal pemerintah menyebut kedua pemimpin memilih kerja sama kolaboratif. Mereka ingin memperdalam penegakan hukum daripada mengambil tindakan sepihak yang memicu gesekan.

Mineral Kritis: Antara Investasi dan Kedaulatan Industri

Agenda ekonomi yang tak kalah penting adalah akses terhadap deposit tanah jarang (rare earth) milik Brasil. Negara ini memiliki cadangan terbesar kedua di dunia. Brasil memegang kunci industri teknologi, mulai dari ponsel pintar hingga mesin jet.

Dario Durigan menegaskan bahwa Brasil menolak sekadar menjadi eksportir bahan baku. “Negara-negara di Utara sangat haus akan bahan mentah ini,” tegas Durigan. Pemerintah Brasil menyambut investasi asing namun menuntut pengembangan industri domestik. Langkah ini harus melibatkan universitas guna menciptakan lapangan kerja bagi rakyat.

Baca Juga :  Trump Tolak Nuklir Iran Saat Risiko Perang Meningkat

Tekanan Politik Domestik Menjelang Pemilu

Kunjungan ke Amerika Serikat ini terjadi saat Lula menghadapi turbulensi politik di dalam negeri. Pekan lalu, Lula menderita dua kekalahan telak di Kongres. DPR membatalkan vetonya terkait undang-undang masa penjara Bolsonaro. Senat juga menolak calon hakim agung pilihannya, sebuah peristiwa penolakan pertama dalam seabad.

Lula yang kini berusia 80 tahun bersiap mencalonkan diri kembali. Pemilihan presiden tersebut akan berlangsung pada Oktober mendatang. Jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan yang sangat sengit. Lula bersaing ketat dengan putra Bolsonaro, Senator Flávio Bolsonaro.

Diplomasi di Titik Balik

Pertemuan ini akan menentukan posisi Brasil di hadapan Amerika Serikat. Mereka ingin memposisikan diri sebagai mitra sejajar pada tahun 2026. Singkatnya, keberhasilan Lula mengamankan ekonomi tanpa mengorbankan kedaulatan adalah kunci. Hal ini menjadi modal politik berharga untuk kampanyenya nanti.

Masyarakat internasional kini memantau apakah dialog ini mampu menghasilkan stabilitas. Fokus utamanya adalah sektor ekonomi dan keamanan di kawasan Amerika Latin.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB