PM Inggris Tuntut Trump Minta Maaf Atas Komentar Pasukan Afghanistan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inggris dalam siaga

Inggris dalam siaga "Severe". Essa Suleiman menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan dalam persidangan perdana di London, sementara pemerintah menaikkan status ancaman teror menyusul serangan yang menargetkan komunitas Yahudi. Dok: Istimewa.

LONDON/WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara London dan Washington berada di titik didih. Pada hari Jumat (23/1), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melancarkan serangan verbal yang langka dan tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pemicunya adalah komentar Trump dalam wawancara dengan Fox News. Presiden AS itu mengklaim bahwa pasukan Inggris dan NATO yang bertugas di Afghanistan “berada sedikit di belakang” dan “menghindari garis depan”.

Starmer tidak tinggal diam. Ia menyebut pernyataan tersebut “menghina dan sejujurnya mengerikan (frankly appalling)”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak akan pernah melupakan keberanian, kegagahan, dan pengorbanan yang mereka buat untuk negara mereka,” tegas Starmer. Ia mengingatkan bahwa 457 personel militer Inggris gugur dalam konflik tersebut.

Ketika wartawan bertanya apakah Trump harus meminta maaf, Starmer menjawab diplomatis namun menohok. “Jika saya salah bicara dengan cara itu atau mengucapkan kata-kata itu, saya pasti akan meminta maaf.”

Baca Juga :  Truk Sumbu 3 Disekat di Sejumlah Tol, Polda Metro Rekayasa Lalu Lintas Selama Nataru

Satu Suara Melawan Trump

Komentar Trump berhasil menyatukan spektrum politik Inggris yang biasanya terpecah. Dari Partai Konservatif hingga Reform UK, semua mengecam penghinaan tersebut.

Pemimpin Konservatif Kemi Badenoch menuduh Trump “merendahkan” pasukan Inggris. Nigel Farage, pemimpin Reform UK yang dikenal dekat dengan Trump, bahkan berani membantah sekutunya itu.

“Donald Trump salah. Selama 20 tahun angkatan bersenjata kita bertempur dengan berani bersama Amerika di Afghanistan,” tulis Farage di X.

Pangeran Harry, yang pernah bertugas dua kali di garis depan Afghanistan, turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pengorbanan tentara Inggris “layak dibicarakan dengan kebenaran dan rasa hormat”.

“Saya bertugas di sana… Ribuan nyawa berubah selamanya,” ujar Duke of Sussex.

Luka Hati Keluarga Veteran

Bagi keluarga korban, kata-kata Trump membuka kembali luka lama. Diane Dernie, ibu dari Ben Parkinson—prajurit yang mengalami cedera mengerikan akibat ranjau darat pada 2006—menyebut komentar presiden AS itu “di luar nalar”.

Baca Juga :  Agrowisata: Nafas Baru Ekonomi Pedesaan di Tengah Gempuran Industri Global

“Mendengar pria ini berkata: ‘Oh, yah, kalian hanya main-main di belakang garis depan’… Itu adalah penghinaan pamungkas,” kata Diane dengan emosional.

Ben Parkinson menderita cedera yang mengubah hidupnya demi bertugas di garis depan yang Trump sepelekan.

Gedung Putih Menolak Mundur

Meskipun kemarahan global memuncak, Gedung Putih justru memperkeras posisinya pada Jumat malam. Juru bicara Taylor Rogers menolak kritik Inggris.

“Presiden Trump benar sekali – Amerika Serikat telah melakukan lebih banyak untuk NATO daripada gabungan negara lain mana pun dalam aliansi tersebut,” klaim Rogers.

Ketegangan ini memperburuk hubungan yang sudah retak seminggu terakhir. Sebelumnya, Trump mengkritik keputusan Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos ke Mauritius sebagai “tindakan kebodohan besar”. Kini, dengan isu Afghanistan, aliansi transatlantik menghadapi ujian terberatnya di era Trump 2.0.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah
Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:27 WIB

Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas

Berita Terbaru

Pelebaran sayap di Asia Timur. Anthropic resmi membuka kantor baru di Seoul guna menggarap pasar potensial Korea Selatan pasca-pemblokiran akses model AI canggih oleh pemerintah AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:15 WIB