Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotan tajam terhadap aparat perbatasan. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS belum membekali seluruh petugas imigrasi dengan kamera tubuh. Dok: Istimewa.

Sorotan tajam terhadap aparat perbatasan. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS belum membekali seluruh petugas imigrasi dengan kamera tubuh. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat menghadapi kritik tajam terkait transparansi aparat perbatasan.

Kasus Penembakan Imigran Tanpa Rekaman Kamera

Petugas imigrasi (ICE) menembak mati imigran Meksiko di Houston. Korban bernama Lorenzo Salgado Araujo menetap selama 35 tahun di AS.

Petugas tidak memakai kamera tubuh saat peristiwa maut terjadi. DHS mengklaim korban menabrak mobil petugas terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, saksi mata membantah keras klaim kronologi pemerintah tersebut. Ketiadaan video mempersulit pembuktian kebenaran kasus penembakan ini.

Sektor imigrasi kini menghadapi pengawasan ketat dari berbagai pihak.

Baca Juga :  Tragedi Tahun Baru di Alpen: Api, Kepanikan, dan Duka

Janji Manis Kristi Noem yang Belum Terpenuhi

Mantan Kepala Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menjanjikan pengadaan kilat. Noem melontarkan janji tersebut pasca-penembakan demonstran Alex Pretti.

Peristiwa penembakan di Minneapolis tersebut memicu protes luas warga sipil. Kongres sudah menyetujui anggaran khusus 20 juta dolar AS.

Dana tersebut bertujuan membiayai seluruh pengadaan kamera tubuh imigrasi. Anggota parlemen Demokrat Sylvia Garcia memproyeksikan kegagalan ini secara terbuka.

Garcia mengecam kelalaian institusi tersebut dalam konferensi pers hari Jumat.

Saling Tuduh Antara Pemerintah dan Oposisi

Pejabat DHS menyalahkan kubu Demokrat atas keterlambatan pengadaan ini. Pemerintah menuding penutupan lembaga (government shutdown) mengganggu proses administrasi.

Oposisi sengaja melakukan penutupan guna menentang deportasi massal Donald Trump. Pelaksana Tugas Kepala ICE David Venturella memberikan klarifikasi terbaru.

Baca Juga :  Trump Sebut Starmer Bukan Winston Churchill Terkait Serangan Iran

Venturella mengeklaim baru sepertiga petugas memiliki kamera saat bertugas. Namun, ia berjanji akan merampungkan pembagian kamera pada akhir Juli.

Kepala Kantor ICE St. Paul Samuel Olson berpikiran berbeda. Olson menilai petugas membutuhkan waktu setengah tahun untuk masa pelatihan.

Tuntutan Penghentian Operasi Tanpa Pengawasan

Kelompok sipil menuntut penghentian seluruh operasi imigrasi tanpa kamera. Aktivis Michelle Gross menyuarakan kekhawatiran atas keselamatan warga sipil.

Warga membutuhkan bukti rekaman video untuk mengawasi tindakan militer. Sementara itu, hakim di Chicago mewajibkan penggunaan kamera selama operasi.

Kebijakan hukum tersebut bertujuan melindungi hak sipil dari kesewenang-wenangan petugas. Mantan Pejabat ICE Todd Lyons sebelumnya menjanjikan transparansi penuh.

Namun, hingga masa pensiun, Lyons belum juga merilis rekaman video.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian
Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas
Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer
Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang
Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina
Panglima AS Puji USS Lincoln, Kushner Gelar Pertemuan
Impor Minyak Nabati India Capai Level Tertinggi 10 Bulan
Trump Tuduh Vandal Rusak Rumput National Mall

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina

Berita Terbaru

Xiaomi resmi meluncurkan Mijia Refrigerator Pro 600L Cross-Door Automatic Ice Maker di Tiongkok. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Rilis Kulkas Mijia Pro 600L dengan Ice Maker

Rabu, 19 Agu 2026 - 11:07 WIB

Ugreen resmi mengumumkan penjualan charger Nexode Pro 100W four-port GaN di pasar Inggris, dilengkapi layar TFT dan dukungan pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ugreen Rilis Charger Nexode Pro 100W Four-Port GaN

Rabu, 19 Agu 2026 - 10:54 WIB

Samsung dikabarkan bakal semakin agresif di pasar hape layar lipat tahun depan, dengan rencana menghadirkan lima model foldable sekaligus pada 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Dikabarkan Rilis Lima Hape Layar Lipat Sekaligus

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:48 WIB

HMD dikabarkan tengah mengembangkan featured phone lipat bernama HMD 2760 Flip 4G, terinspirasi Nokia 2760 Flip. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HMD 2760 Flip 4G Bocor, Ponsel Lipat Nostalgia dengan Android

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:38 WIB