Prabowo Larang Titipan dan Suap di Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Seleksi Harus Bersih

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Setpres)

DELI SERDANG, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan larangan keras praktik titipan, suap, dan kongkalikong dalam penerimaan siswa Sekolah Rakyat.

Presiden meminta seluruh pihak mengawal seleksi secara bersih, transparan, dan adil.

Pesan tegas itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (31/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden menegaskan tidak boleh ada titipan, suap, atau sogok-menyogok dalam seleksi Sekolah Rakyat. Mari kita awasi bersama,” tegas Gus Ipul.

Selain itu, Gus Ipul menjelaskan kriteria calon siswa Sekolah Rakyat. Pemerintah memprioritaskan anak dari keluarga desil 1–2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), atau 10 persen kelompok ekonomi terbawah.

Baca Juga :  Kedaulatan Digital: Menjerat Raksasa Teknologi dalam Rezim Pajak Global 2026

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat berasrama bersifat inklusif. Sekolah ini menerima siswa disabilitas tanpa diskriminasi dan menerapkan pembelajaran setara bagi seluruh murid.

“Di sini semua digabung. Inklusif, tidak dibeda-bedakan, dan belajar bersama,” ujarnya.

Sebagai contoh, salah satu siswi SRMP 1 Deli Serdang merupakan penyandang disabilitas down syndrome. Meski memiliki tantangan belajar, Gus Ipul menilai setiap anak memiliki keunggulan masing-masing.

Ia pun meminta guru dan tenaga kependidikan aktif menggali dan mengembangkan bakat siswa. “Tugas guru adalah memperkuat keistimewaan anak, bukan membatasi,” katanya.

Baca Juga :  Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Tak hanya itu, Gus Ipul juga mengapresiasi toleransi beragama di lingkungan sekolah. Ia menegaskan nol toleransi terhadap intoleransi, perundungan, serta kekerasan fisik dan seksual.

“Tadi anak-anak Muslim, Katolik, dan Nasrani menari bersama di satu panggung. Inilah pendidikan kerukunan di Sekolah Rakyat,” ucapnya.

Sebagai penutup, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat harus menjadi ruang aman dan ramah anak, sekaligus wadah pembentukan karakter, solidaritas, dan persatuan bangsa. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru
Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir
Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan
Jakarta Bangun Akses Bawah Tanah ke MRT, Hotel-Hotel Ikonik Terintegrasi
Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil, Sudin Tamhut Jakarta Utara Sisir Pohon Berisiko
Teriak Minta Tolong, Pemuda Luka Bacok di Bekasi Diduga Jadi Korban Begal
Air Laut Menghitam di Tarumajaya, Nelayan Terpaksa Jadi Buruh dan Pemulung
Mengapa Kasus YTR Belum Disebut Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:03 WIB

Polisi Ringkus Lima Terduga Pelaku Pembacokan di Tanah Tinggi Johar Baru

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:26 WIB

Kapal dari Laut Thailand Bawa 325 Kg Sabu, Bareskrim Polri Ringkus Dua Kurir

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:30 WIB

Jakarta Bangun Akses Bawah Tanah ke MRT, Hotel-Hotel Ikonik Terintegrasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:17 WIB

Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil, Sudin Tamhut Jakarta Utara Sisir Pohon Berisiko

Berita Terbaru