Pemerintah Buka Magang Digaji untuk Lulusan Baru Mulai 6 November, Cek Syarat dan Tips Lolosnya!

Rabu, 5 November 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kabar baik! Pemerintah membuka program magang untuk lulusan D3/S1 (freshgraduate) selama 6 bulan. Pendaftaran dimulai 6 November 2025. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kabar baik! Pemerintah membuka program magang untuk lulusan D3/S1 (freshgraduate) selama 6 bulan. Pendaftaran dimulai 6 November 2025. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pemerintah mengumumkan program stimulus ekonomi baru yang menargetkan lulusan perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah akan segera membuka program pemagangan berskala nasional untuk lulusan Diploma dan Sarjana (S1), dengan pendaftaran dimulai pada 6 November 2025.

Pemerintah merancang program ini untuk menjembatani lulusan baru dengan dunia kerja. Nantinya, peserta akan magang selama enam bulan, dari 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026.

Hingga 13 Oktober 2025, ternyata sudah ada 1.173 perusahaan yang berpartisipasi dalam program ini. Beberapa di antaranya adalah nama-nama besar seperti BNI, Pertamina Power Indonesia, BTPN Syariah, Mustika Ratu, dan Agrinas Pangan Nusantara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, calon peserta harus mencatat jadwal penting berikut:

  • Pendaftaran Peserta: 6 – 12 November 2025
  • Seleksi dan Pengumuman: 12 – 20 November 2025
  • Pelaksanaan Magang: 24 November 2025 – 23 Mei 2026
Baca Juga :  Antara Keadilan Sosial dan Beban Anggaran di Tahun 2026

Syarat Resmi Peserta Magang

Pemerintah mengatur landasan hukum program ini dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) nomor 8 tahun 2025. Secara khusus, Pasal 3 dalam peraturan tersebut merinci syarat bagi calon peserta:

  1. Warga Negara Indonesia (dibuktikan dengan NIK).
  2. Lulusan program Diploma atau Sarjana, dengan usia ijazah paling lama 1 (satu) tahun pada saat mendaftar.
  3. Berasal dari Perguruan Tinggi yang terdaftar di Kementerian Diktisaintek.

Cara Mendaftar via SIAPKerja

Sesuai Pasal 4 Permenaker, calon peserta wajib melakukan seluruh proses pendaftaran melalui ekosistem digital resmi Kemnaker, yaitu aplikasi SIAPKerja. Selanjutnya, calon peserta bisa mengakses aplikasi ini melalui situs https://kemnaker.go.id atau mengunduhnya di Google Play Store dan App Store.

Calon peserta harus mendaftar di portal tersebut dan melengkapi data diri. Setelah itu, mereka harus menunggu proses validasi dari tim pelaksana. Ingat, hanya calon peserta yang lolos validasi yang dapat melanjutkan ke proses rekrutmen oleh perusahaan.

Baca Juga :  Spesial HUT ke-80 TNI, Tarif Transportasi Umum Rp80 di Jakarta

Calon peserta juga dapat memantau informasi detail mengenai program di situs resmi https://maganghub.kemnaker.go.id.

Tips Lolos Seleksi Administrasi

Mengingat ribuan perusahaan dan pendaftar akan mengikuti program ini, persaingan di tahap validasi data tentu akan sangat ketat. Oleh sebab itu, berikut adalah beberapa tips untuk memaksimalkan peluang Anda:

  • Lengkapi Detail di SIAPKerja: Jangan hanya mengisi data pokok. Lengkapi profil Anda di SIAPKerja semaksimal mungkin. Masukkan riwayat pendidikan, keterampilan, dan data pendukung lainnya dengan akurat.
  • Tonjolkan Pengalaman Non-Akademik: Bagi lulusan baru, pengalaman organisasi, kepanitiaan, volunteer, atau magang sebelumnya adalah nilai jual utama. Karenanya, pastikan Anda merinci kegiatan tersebut dalam profil Anda. Jelaskan apa peran Anda dan pencapaian apa yang didapat.
  • Periksa Ulang Syarat Ijazah: Pastikan Anda memenuhi syarat utama: lulus paling lama 1 tahun sejak tanggal ijazah. Jika ijazah Anda tertanggal lebih dari satu tahun lalu, Anda otomatis tidak akan lolos validasi sistem.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa
Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat
Tiga Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah KPK, Dokumen dan BBE Disita
Posko SAR Arupadhatu 1 Ditutup, 5 Jurnalis dan 3 Awak Masih Hilang
Perdagangan Indonesia-Inggris Capai USD2,66 Miliar, CEPA Dikebut

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:11 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 10:26 WIB

Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Jumat, 18 September 2026 - 07:42 WIB

Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB