Rais Aam PBNU Tegaskan, Gus Yahya Nonaktif dari Kursi Ketua Umum Sejak 26 November 2025

Minggu, 30 November 2025 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta.
(Posnews/Ist)

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan resmi terkait polemik internal dan rencana Muktamar PBNU di Kantor PBNU Jakarta. (Posnews/Ist)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAWA TIMUR, POSNEWS.CO.ID – Perseteruan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus bergulir dan menyita perhatian publik terkait organisasi terbesar di tanah air tersebut.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar mengumumkan Gus Yahya resmi berhenti sebagai Ketua Umum PBNU sejak 26 November 2025.

KH Miftachul Ahyar menegaskan bahwa putusan Syuriah PBNU bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Dengan keputusan tersebut, Gus Yahya kehilangan seluruh kewenangan dan hak menggunakan atribut Ketua Umum.

“Terhitung 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi berstatus Ketua Umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” tegasnya usai bersilaturahmi dengan Syuriah PBNU dan PWNU di Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga :  Anak Muda Tolak Hustle Culture: Ketenangan Kini Lebih Berharga dari Gaji

Selanjutnya, KH Miftachul Ahyar menjelaskan bahwa setiap tindakan atau keputusan atas nama Ketua Umum tidak lagi sah. Ia menegaskan bahwa Syuriah PBNU menyusun risalah Rapat Harian berdasarkan data valid, fakta lapangan, dan kondisi riil organisasi.

“Tidak ada motif lain. Semua sesuai fakta yang tertulis di risalah rapat,” ujarnya.

PBNU Siapkan Pleno untuk Amankan Transisi

Kemudian, PBNU mengambil langkah cepat dengan mengagendakan Rapat Pleno atau Muktamar demi memastikan transisi organisasi berjalan tertib dan sesuai mekanisme jam’iyah.

“Kita ingin proses berjalan normal, tanpa gejolak, dan tetap sesuai aturan,” tegas Rais Aam.

Selain itu, di tengah derasnya opini publik dan isu liar di media sosial, PBNU membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk memeriksa seluruh informasi secara menyeluruh. Wakil Rais Aam, KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, ditunjuk sebagai pengarah TPF.

Baca Juga :  Prabowo Absen di Harlah ke-100 NU, PBNU Buka Alasan Sebenarnya

Di sisi lain, PBNU menangguhkan implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU hingga proses penyelidikan selesai agar TPF dapat bekerja maksimal.

Lebih lanjut, Rais Aam mengingatkan seluruh warga NU untuk menjaga marwah organisasi dengan memegang teguh Khittah NU, mengedepankan akhlak, dan mengutamakan kepentingan bersama.

“Semua pihak harus jujur dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” katanya.

Sebagai penutup, Rais Aam mengajak seluruh jamaah memperbanyak doa.

“Marilah kita bermunajat kepada Allah agar diberikan jalan keluar terbaik dan paling maslahat bagi Jam’iyah NU,” ujarnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi
8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Belum Temukan Titik Terang

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Jumat, 11 September 2026 - 09:32 WIB

BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB