9 Kiai AHWA Sepakat, KH Miftachul Akhyar Jadi Rais Aam PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KH Miftachul Akhyar kembali ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. (Posnews/YouTube)

KH Miftachul Akhyar kembali ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang. (Posnews/YouTube)

JOMBANG, POSNEWS.CO.ID – Kepemimpinan Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali dipercayakan kepada KH Miftachul Akhyar.

Ia ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031 melalui musyawarah sembilan ulama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Keputusan tersebut lahir dalam musyawarah tertutup di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musyawarah berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Kesembilan anggota AHWA sepakat memilih KH Miftachul Akhyar tanpa pemungutan suara.

Keputusan itu kemudian dibacakan KH Anwar Iskandar di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU.

β€œSetelah melakukan musyawarah tertutup, anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan bahwa nama Kiai Haji Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar masa khidmat 2026–2031,” ujar KH Anwar Iskandar.

Sembilan Kiai Tentukan Rais Aam

AHWA merupakan mekanisme yang digunakan dalam Muktamar ke-35 NU untuk menentukan Rais Aam. Sebelumnya, sembilan ulama dipilih melalui proses tabulasi usulan dari struktur NU.

Sembilan anggota AHWA yang menjalankan mandat tersebut adalah:

  1. KH Nurul Huda Jazuli
  2. TGK KH Nuruzzahri Yahya
  3. KH Baharuddin HS
  4. KH Miftachul Akhyar
  5. KH Afifuddin Muhajir
  6. KH Anwar Iskandar
  7. KH Abun Bunyamin
  8. KH Anwar Manshur
  9. Prof KH Said Aqil Siroj
Baca Juga :  Tragedi Subuh di Pulogadung, Rumah dan Warung Ludes Terbakar, 3 Tewas

Sembilan anggota AHWA kemudian bermusyawarah untuk memilih pemimpin jajaran Syuriyah PBNU untuk masa khidmat lima tahun ke depan.

Pesan AHWA: Rangkul Seluruh Potensi NU

Selain menetapkan Rais Aam, AHWA menyampaikan pesan penting kepada KH Miftachul Akhyar.

AHWA meminta KH Miftachul Akhyar merangkul seluruh potensi NU dan mengajak semua elemen organisasi bersama-sama menjaga serta mengembangkan NU.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan baru tidak hanya berbicara tentang jabatan, tetapi juga tentang kemampuan menyatukan berbagai kekuatan organisasi.

KH Anwar Iskandar mengatakan, Rais Aam terpilih mendapat amanat untuk mengayomi dan merangkul seluruh potensi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Bukan Kali Pertama Memimpin PBNU

Terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar memperpanjang kiprahnya di pucuk kepemimpinan PBNU.

Ia sebelumnya menjabat Rais Aam PBNU masa khidmat 2021–2026.

Sebelum itu, ia pernah menjadi Wakil Rais Aam PBNU periode 2015–2020 dan kemudian menjalankan tugas sebagai Pejabat Rais Aam pada 2018–2020 setelah KH Ma’ruf Amin mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI.

Di Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar memimpin Syuriyah PWNU selama dua periode, yakni 2007–2013 dan 2013–2018.

Baca Juga :  WNA India Selundupkan Emas dalam Popok di Bandara Soetta, Nilainya Rp700 Juta

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan mandat lima tahun berikutnya.

Tumbuh dari Tradisi Pesantren

KH Miftachul Akhyar lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 Juni 1953. Ia merupakan putra KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya.

Lingkungan pesantren membentuk perjalanan pendidikan dan keagamaannya.

Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan Pondok Pesantren Al-Anwar Lasem, Sarang.

Ia juga aktif mengembangkan kegiatan keilmuan dan organisasi NU dari tingkat daerah hingga nasional.

Muktamar Masih Berlanjut

Penetapan Rais Aam menjadi salah satu keputusan penting dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Setelah penetapan Rais Aam, rangkaian persidangan berlanjut menuju proses pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.

Muktamar juga menyepakati AHWA sebagai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.

Dengan demikian, perhatian kini beralih pada siapa yang akan mendampingi KH Miftachul Akhyar dalam memimpin PBNU lima tahun mendatang.

Kembalinya KH Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam bukan sekadar pergantian kepemimpinan.

Mandat tersebut membawa tantangan besar untuk menjaga persatuan, merawat tradisi keulamaan, sekaligus menjawab kebutuhan NU di tengah perubahan zaman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana
Rp250 Juta Diserahkan PCNU Nias, KPK Telusuri Dugaan Kaitan Muktamar NU
Lemas Bertahan di Monumen Bundaran HI, 6 Aktivis Greenpeace Ditangani Medis
Harga Ayam di Peternak dan Konsumen Jomplang, Bareskrim Dalami Dugaan Mafia Pangan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:05 WIB

98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana

Berita Terbaru

Petugas menunjukkan barang bukti beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai klaim kandungan gizi.

NASIONAL

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Okt 2026 - 20:38 WIB