Tanggap Darurat Gempa NTT Diperpanjang, Pengungsi Kini 192.303 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungsi gempa NTT bertahan di tenda darurat di Kabupaten Nagekeo, Flores.
(Posnews/BNPB)

Pengungsi gempa NTT bertahan di tenda darurat di Kabupaten Nagekeo, Flores. (Posnews/BNPB)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Penanganan gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berjalan. Terbaru, BNPB mencatat 192.303 orang mengungsi di tujuh daerah terdampak.

Jumlah tersebut bertambah 16.394 orang setelah BNPB melakukan pembaruan serta validasi data di lapangan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kenaikan terbesar terjadi di Kabupaten Ngada.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data pengungsi di Ngada yang sebelumnya tercatat 3.259 orang kini menjadi 21.552 orang. Sementara itu, Kabupaten Nagekeo menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 52.284 orang.

Data Pengungsi Bertambah karena Validasi

BNPB menegaskan perubahan jumlah pengungsi tidak serta-merta menunjukkan adanya perpindahan warga secara besar-besaran.

Penambahan tersebut terjadi setelah petugas memperbarui dan memvalidasi data terdampak.

Langkah validasi penting agar bantuan pemerintah tepat sasaran. Data yang akurat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan makanan, air bersih, obat-obatan, tempat tinggal sementara, hingga distribusi logistik.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Sosial PKD DKI Jakarta Agustus 2025 Capai 165.375 Penerima

Hingga 29 Agustus 2026, BNPB juga melaporkan korban meninggal akibat gempa mencapai 111 orang.

Aktivitas gempa susulan masih terjadi sehingga penanganan dan pemantauan di wilayah terdampak terus diperkuat.

Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 12 September

Di tengah kebutuhan penanganan yang masih tinggi, Pemerintah Provinsi NTT memperpanjang masa tanggap darurat gempa selama 14 hari.

Status yang sebelumnya berakhir pada 28 Agustus 2026 kini diperpanjang mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026.

Keputusan tersebut ditetapkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena setelah mempertimbangkan kondisi lapangan dan aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung.

Perpanjangan status ini bukan sekadar administrasi. Kebijakan tersebut diperlukan agar distribusi bantuan, pelayanan kepada korban, evakuasi, serta penanganan kebutuhan dasar dapat berlangsung tanpa hambatan.

Berton menjelaskan, status tanggap darurat memberikan ruang bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk mempercepat penyaluran logistik serta bantuan kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Ringkus DPO Narkoba Abdul Hamid di Pontianak, Akui Setor Rp1,6 Miliar

Bantuan Harus Mengikuti Data Lapangan

Lonjakan angka pengungsi menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan data yang terus diperbarui.

Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut bergerak cepat, tetapi juga harus memastikan setiap data diverifikasi.

Dengan begitu, bantuan tidak menumpuk di satu lokasi sementara wilayah lain masih kekurangan kebutuhan dasar.

BNPB sebelumnya juga melakukan pemantauan udara untuk memetakan wilayah terdampak hingga Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo.

Pemetaan tersebut membantu menentukan jalur serta titik distribusi bantuan, termasuk bagi warga yang tinggal di kawasan sulit dijangkau kendaraan.

Perpanjangan tanggap darurat sekaligus menjadi pengingat bahwa pemulihan pascagempa tidak selesai hanya setelah guncangan berhenti.

Evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses, pendataan kerusakan, dan perlindungan warga harus berjalan beriringan.

Pemerintah bersama BNPB dan seluruh unsur terkait kini menghadapi pekerjaan besar: memastikan 192.303 pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV
KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat
Kasus Iklan BJB: KPK Cek Transaksi Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

129 Korban KM Virgo Masih Hilang, KRI Canopus Kerahkan Drone dan ROV

Selasa, 15 September 2026 - 05:40 WIB

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB