Sains Bertahan di Gurun: Eksperimen Edward Adolph

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi,
Lebih dari sekadar rasa haus. Penelitian fisiologi di gurun California membongkar mitos dehidrasi kuno dan mengungkap mengapa manusia adalah pelari pemburu yang tangguh. Dok: Unsplash/Wolfgang Hasselmann.

Ilustrasi, Lebih dari sekadar rasa haus. Penelitian fisiologi di gurun California membongkar mitos dehidrasi kuno dan mengungkap mengapa manusia adalah pelari pemburu yang tangguh. Dok: Unsplash/Wolfgang Hasselmann.

CALIFORNIA, POSNEWS.CO.ID – Gurun Colorado di California bawah adalah tempat yang sangat keras, terutama saat musim panas. Lanskap tandus penuh batu dan ular derik ini hanya menjadi rumah bagi semak kreosot dan kaktus. Suhu siang hari sering menyentuh 43°C. Angin kencang dan matahari sore bekerja sama menyedot kelembapan dari tubuh manusia.

Di lokasi ekstrem inilah, Edward Adolph membawa sekelompok tentara dan peneliti pada musim panas 1942. Fisiolog dari University of Rochester ini ingin menyelidiki cara manusia bekerja secara efisien di gurun. Penelitiannya tidak hanya fokus pada cara bertahan hidup, namun pada performa fisik maksimal.

Membongkar Mitos Dehidrasi Kuno

Adolph menjadi peneliti pertama yang menguji asumsi umum tentang aktivitas di tengah panas menyengat. Ia menemukan banyak mitos yang justru membahayakan manusia. Misalnya, banyak orang mengira melepas baju adalah cara terbaik mengatasi panas. Padahal, pakaian lengan panjang justru memperlambat hilangnya air dari tubuh.

Baca Juga :  Ribuan Aksi ICE Out for Good Siap Lumpuhkan AS

Ia juga menolak keras praktik penjatahan air saat persediaan menipis. Menurutnya, menunda minum hanya akan mempercepat penderitaan. “Lebih baik meminum air tersebut agar berada di dalam tubuh Anda daripada membawanya di tangan,” tulis Adolph dalam laporannya.

Eksperimen 1942: Air Adalah Kunci Performa

Penemuan Adolph yang paling krusial sebenarnya sangat sederhana: minum saat berolahraga meningkatkan performa. Dahulu, para pelatih mengajarkan bahwa minum saat berlatih hanyalah untuk orang lemah. Beberapa pihak bahkan mengklaim minum air bisa memicu serangan jantung.

Adolph menguji asumsi tersebut dengan membagi prajuritnya menjadi dua kelompok. Mereka harus berjalan selama 8 jam di suhu 42°C. Kelompok yang minum sepuasnya jauh mengungguli kelompok yang tidak minum. Hasil ini membuktikan bahwa penguapan keringat adalah satu-satunya cara tubuh mendinginkan diri saat suhu udara melebihi suhu kulit (sekitar 33°C).

Baca Juga :  Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen

Kasus Alberto Salazar dan Evolusi Manusia

Meski riset Adolph selesai pada 1943, dunia olahraga baru memperhatikannya setelah kasus Alberto Salazar pada 1978. Salazar hampir tewas setelah jatuh pingsan dalam lomba lari akibat suhu tubuh mencapai 42°C. Banyak pihak menyalahkan dehidrasi, namun pakar fisiologi Timothy Noakes memiliki pandangan berbeda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Noakes mengamati bahwa manusia adalah “delayed drinkers” atau peminum yang tertunda. Ini merupakan konsekuensi evolusi saat nenek moyang kita berburu di bawah matahari Afrika. Berhenti untuk minum saat berburu bisa membuat mangsa kabur. Tubuh manusia tidak seperti unta yang bisa minum banyak sekaligus. Kita adalah pelari pemburu yang hebat karena mampu menunda rasa haus hingga kondisi benar-benar nyaman untuk minum.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas
Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara
Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi
Kunjungan Trump ke Beijing: Diplomasi Dagang di Tengah Pukulan Hukum Mahkamah Agung
Ambisi Militer Takaichi: Jepang Akhiri Era Pasifis dan Perkuat Kapabilitas Serangan Balik
Inggris Pertimbangkan UU untuk Hapus Andrew Mountbatten-Windsor dari Garis Suksesi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:10 WIB

Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:57 WIB

ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:37 WIB

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:52 WIB

Menko Polkam Atensi Keamanan Papua, Negara Tak Mundur Hadapi Teror Bandara

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:39 WIB

Ditangkap Saat Sahur, Begal Modus Fitnah Pelecehan Ternyata Sudah 4 Kali Beraksi

Berita Terbaru

Zelensky sedang memberikan pidato pada konferensi beberapa bulan yang lalu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 15:37 WIB