Membatalkan Hukum Biologi: Saat Evolusi Berjalan Mundur

Selasa, 4 November 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Evolusi ternyata bisa 'mundur'. Penemuan paus berkaki dan kadal yang menumbuhkan jari kakinya membuktikan sains salah selama 100 tahun. Inilah 'Atavisme'. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Evolusi ternyata bisa 'mundur'. Penemuan paus berkaki dan kadal yang menumbuhkan jari kakinya membuktikan sains salah selama 100 tahun. Inilah 'Atavisme'. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Selama lebih dari seabad, para ahli biologi memegang teguh satu prinsip: evolusi tidak bisa berjalan mundur. Mereka meyakini bahwa sekali suatu spesies kehilangan sebuah fitur—seperti kaki atau jari—fitur itu akan hilang selamanya.

Namun, serangkaian penemuan aneh, yang didukung oleh genetika modern, memaksa penulisan ulang prinsip itu. Evolusi ternyata bisa ‘mundur’, dan kemunculan kembali fitur-fitur kuno ini—dikenal sebagai Atavisme—memainkan peran penting dalam masa depan spesies.

Hukum Dollo: Mitos yang Bertahan Seabad

Istilah teknis untuk “kemunduran evolusi” ini adalah ‘Atavisme’, dari bahasa Latin atavus yang berarti leluhur.

Selama puluhan tahun, ide ini dianggap tabu. Pada tahun 1890, seorang ahli paleontologi Belgia bernama Louis Dollo mengemukakan bahwa evolusi tidak dapat diubah. Ia menyatakan, “Sebuah organisme tidak dapat kembali, bahkan sebagian, ke tahap sebelumnya yang telah direalisasikan oleh nenek moyangnya.”

Teori ini begitu kuat sehingga para ilmuwan mengenalnya sebagai “Hukum Dollo”. Para ahli biologi setuju bahwa secara statistik, kemungkinan evolusi berjalan mundur sangatlah kecil, sehingga mustahil terjadi.

Anomali yang Mengguncang: Paus Berkaki

Jika Hukum Dollo benar, atavisme seharusnya tidak pernah terjadi. Namun, anomali terus bermunculan.

Pada tahun 1919, sebuah penemuan mengguncang dunia sains. Seseorang menangkap seekor paus bungkuk di lepas Pulau Vancouver, Kanada, dengan sesuatu yang mustahil: sepasang organ mirip kaki yang menonjol di tubuhnya. Organ ini memiliki panjang lebih dari satu meter dan berisi satu set lengkap tulang tungkai.

Baca Juga :  Ingin Bayi Laki-laki? Jangan Lewatkan Sarapan!

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjelajah Roy Chapman Andrews pada saat itu menulis, “Ini pastilah kemunduran ke nenek moyang paus yang hidup di darat. Saya tidak melihat penjelasan lain.”

Misteri Gen ‘Diam’

Sejak saat itu, para ilmuwan menemukan lebih banyak contoh atavisme. Ini memunculkan teka-teki: bagaimana karakteristik yang telah hilang jutaan tahun bisa tiba-tiba muncul kembali?

Pada tahun 1994, tim peneliti di Indiana University, AS, mengajukan teori “gen diam”. Mereka berpendapat bahwa beberapa perubahan evolusi bukanlah kehilangan gen, melainkan gen yang “non-aktif” atau “bungkam”. Jika gen-gen yang tertidur ini entah bagaimana “aktif” kembali, sifat-sifat yang telah lama hilang dapat muncul kembali.

Namun, ada batasnya. Tim menghitung bahwa gen yang diam akan menumpuk mutasi acak dan menjadi tidak berguna seiring waktu. Perkiraan mereka: gen hanya bisa bertahan dalam kondisi “diam” selama 6 hingga 10 juta tahun.

Melampaui Batas: Rahasia di Dalam Rahim

Teori gen diam menjelaskan beberapa kasus, tetapi penemuan yang lebih baru mematahkan batas waktu 10 juta tahun tersebut.

Baca Juga :  Jelang SEA Games 2025, PSSI Pilih Mali Lawan Timnas U-23, Bahrain Mendadak Mundur

Sebuah studi oleh Gunter Wagner dari Yale University meneliti kadal Bachia di Amerika Selatan. Banyak dari kadal ini terlihat seperti ular dan telah kehilangan jari kaki mereka. Anehnya, analisis pohon keluarga mereka menunjukkan bahwa beberapa spesies berjari kaki ternyata berevolusi dari leluhur yang tidak memiliki jari kaki.

Mereka “menumbuhkan kembali” jari kaki setelah puluhan juta tahun kehilangannya. Ini jauh melampaui batas hidup gen diam.

Jadi, apa rahasianya? Jawabannya mungkin terletak pada perkembangan embrio di dalam rahim. Embrio awal dari banyak spesies—termasuk manusia—sering kali menumbuhkan fitur-fitur kuno. Embrio ular, misalnya, menumbuhkan kuncup kaki belakang.

Pada perkembangan normal, sebuah program genetik akan aktif dan berkata, “Hilangkan kaki itu.” Fitur kuno itu pun lenyap sebelum lahir. Tetapi, jika karena alasan tertentu program “hilangkan kaki” itu gagal aktif, fitur leluhur itu akan tetap ada. Hasilnya, seekor ular (atau paus) lahir dengan sisa-sisa kaki. Atavisme pun terjadi.

Evolusi ternyata jauh lebih fleksibel daripada yang kita duga. Atavisme menunjukkan bahwa cetak biru kuno spesies kita tidak benar-benar terhapus, melainkan hanya tersembunyi di dalam kode genetik, siap untuk aktif kembali saat dibutuhkan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB