Satuan Tugas PKH Selidiki Dugaan Pembalakan Liar Penyebab Banjir Bandang di Pulau Sumatera

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

Evakuasi warga terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bergerak cepat menyelidiki dugaan pembalakan liar yang diduga memperparah banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini bertujuan memastikan apakah bencana sepenuhnya akibat alam atau ada faktor manusia yang memperburuk kondisi.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan, β€œKami akan mendalami fakta-fakta yang beredar di media. Jika terbukti ada unsur perbuatan manusia, proses hukum akan segera dijalankan,” ujar Anang, Selasa (2/12/2025).

Selain itu, Anang menambahkan, β€œKetika ditemukan unsur kesengajaan, penegak hukum pasti mengambil tindakan tegas sesuai aturan.”

Baca Juga :  Roy Suryo Bongkar Keanehan Ijazah Jokowi Saat Daftar Pilpres, Sebut 99,9 Persen Palsu

Fenomena ini tampak jelas di Sumatera Utara, di mana kayu gelondongan terbawa derasnya arus banjir.

Video yang beredar di media sosial dari Tapanuli Selatan dan Tengah memperlihatkan kayu-kayu mengalir bebas tanpa hambatan.

Warganet mengaitkan kayu gelondongan tersebut dengan aktivitas illegal logging yang marak di sejumlah kawasan hutan.

Satuan Tugas PKH bersama aparat terkait kini melakukan investigasi lapangan, mengumpulkan bukti, dan menelusuri rantai kegiatan ilegal yang berpotensi memperparah bencana.

Masyarakat diminta tetap waspada dan melaporkan dugaan aktivitas ilegal di hutan melalui saluran resmi agar proses penegakan hukum berjalan efektif.

Baca Juga :  Banjir Bandang Lampung Barat: Lima Rumah Hanyut, Puluhan Rusak Parah

BPBD setempat mencatat, banjir bandang di tiga provinsi Sumatera telah merenggut puluhan korban jiwa, merusak ribuan rumah, dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi aman.

Selain itu, pemerintah daerah menyiagakan personel SAR serta logistik bantuan darurat untuk mempercepat evakuasi.

Dengan langkah cepat ini, Satuan Tugas PKH berharap aktivitas ilegal di hutan terdeteksi lebih awal sekaligus mencegah bencana susulan.Β (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB

Laporan evaluasi keamanan kecerdasan buatan. Anthropic memimpin peringkat keamanan AI global, namun seluruh industri gagal membendung ancaman eksistensial manusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial

Rabu, 8 Jul 2026 - 17:30 WIB

Ledakan industri kecerdasan buatan. Samsung Electronics memproyeksikan lonjakan laba operasional hingga 19 kali lipat pada kuartal kedua tahun ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Raksasa Chip Samsung Cetak Rekor, Laba Melonjak

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:28 WIB