WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hakim konservatif mendominasi keputusan dengan keunggulan suara enam banding tiga pada Kamis kemarin.
Keputusan ini membatalkan putusan hakim pengadilan federal di New York dan Washington sebelumnya.
Langkah Mahkamah Agung ini mengakhiri Status Perlindungan Sementara bagi 350.000 warga Haiti dan 6.100 warga Suriah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penolakan Hak Gugat Imigran oleh Hakim Alito
Hakim Konservatif Samuel Alito menulis bahwa pengadilan tidak memiliki wewenang untuk meninjau pembatalan status kemanusiaan ini.
Alito juga menilai bahwa argumen mengenai bias rasial dalam keputusan imigrasi ini tidak memiliki bukti kuat.
Kebijakan ini membuat 1,3 imigran dari 17 negara menghadapi ancaman deportasi massal ke negara asal mereka.
Padahal, kementerian luar negeri masih merilis peringatan bahaya perjalanan ke Haiti dan Suriah karena konflik bersenjata.
Kritik Keras Hakim Liberal Mengenai Isu Rasisme
Hakim Liberal Elena Kagan memberikan pendapat berbeda bersama Sonia Sotomayor dan Ketanji Brown Jackson.
Kagan menilai pemerintah mengabaikan prosedur hukum dan menunjukkan sentimen rasial yang sangat nyata kepada imigran Haiti.
Ia mengingatkan kembali pidato kampanye Trump yang menyebut imigran Haiti memakan hewan peliharaan warga di Ohio.
Kagan menganggap pernyataan kasar itu sangat merendahkan martabat kemanusiaan dan menggunakan stereotip rasial yang buruk.
Dampak Buruk bagi Kemanusiaan dan Pembatasan Suaka
Pendiri Pusat Dukungan Haiti di Springfield, Viles Dorsainvil, menyebut keputusan ini memicu ketakutan luar biasa bagi ribuan keluarga.
Pengacara imigran Suriah, Ahilan Arulanantham, menyesalkan sikap pengadilan yang membiarkan pemerintah mengabaikan perlindungan kemanusiaan demi kepentingan politik.
Pada hari yang sama, Mahkamah Agung juga memenangkan kebijakan Trump untuk menolak pencari suaka di perbatasan Meksiko.
Pemerintah berhak mengusir imigran jika menganggap pos pemeriksaan perbatasan sangat penuh untuk menampung pengajuan suaka.
Kebijakan keras ini merupakan bagian dari misi besar Trump untuk membatasi imigrasi sejak menjabat Januari tahun lalu.
Sebelumnya, mantan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem membatalkan status perlindungan bagi Haiti dan Suriah tahun lalu.
Kini, nasib jutaan imigran berada dalam ketidakpastian hukum yang sangat mencemaskan di Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












