Mahkamah Agung Muluskan Langkah Donald Trump

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pukulan bagi perlindungan kemanusiaan. Mahkamah Agung AS mengizinkan pembatalan status tinggal sementara bagi ratusan ribu imigran asal Haiti dan Suriah. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Pukulan bagi perlindungan kemanusiaan. Mahkamah Agung AS mengizinkan pembatalan status tinggal sementara bagi ratusan ribu imigran asal Haiti dan Suriah. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hakim konservatif mendominasi keputusan dengan keunggulan suara enam banding tiga pada Kamis kemarin.

Keputusan ini membatalkan putusan hakim pengadilan federal di New York dan Washington sebelumnya.

Langkah Mahkamah Agung ini mengakhiri Status Perlindungan Sementara bagi 350.000 warga Haiti dan 6.100 warga Suriah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan Hak Gugat Imigran oleh Hakim Alito

Hakim Konservatif Samuel Alito menulis bahwa pengadilan tidak memiliki wewenang untuk meninjau pembatalan status kemanusiaan ini.

Alito juga menilai bahwa argumen mengenai bias rasial dalam keputusan imigrasi ini tidak memiliki bukti kuat.

Baca Juga :  Indonesia Menang Sengketa Biodiesel di WTO, UE Diminta Cabut Bea Imbalan

Kebijakan ini membuat 1,3 imigran dari 17 negara menghadapi ancaman deportasi massal ke negara asal mereka.

Padahal, kementerian luar negeri masih merilis peringatan bahaya perjalanan ke Haiti dan Suriah karena konflik bersenjata.

Kritik Keras Hakim Liberal Mengenai Isu Rasisme

Hakim Liberal Elena Kagan memberikan pendapat berbeda bersama Sonia Sotomayor dan Ketanji Brown Jackson.

Kagan menilai pemerintah mengabaikan prosedur hukum dan menunjukkan sentimen rasial yang sangat nyata kepada imigran Haiti.

Ia mengingatkan kembali pidato kampanye Trump yang menyebut imigran Haiti memakan hewan peliharaan warga di Ohio.

Kagan menganggap pernyataan kasar itu sangat merendahkan martabat kemanusiaan dan menggunakan stereotip rasial yang buruk.

Dampak Buruk bagi Kemanusiaan dan Pembatasan Suaka

Pendiri Pusat Dukungan Haiti di Springfield, Viles Dorsainvil, menyebut keputusan ini memicu ketakutan luar biasa bagi ribuan keluarga.

Baca Juga :  Satu Bulan untuk Kesepakatan Iran atau Hadapi Konsekuensi Traumatis

Pengacara imigran Suriah, Ahilan Arulanantham, menyesalkan sikap pengadilan yang membiarkan pemerintah mengabaikan perlindungan kemanusiaan demi kepentingan politik.

Pada hari yang sama, Mahkamah Agung juga memenangkan kebijakan Trump untuk menolak pencari suaka di perbatasan Meksiko.

Pemerintah berhak mengusir imigran jika menganggap pos pemeriksaan perbatasan sangat penuh untuk menampung pengajuan suaka.

Kebijakan keras ini merupakan bagian dari misi besar Trump untuk membatasi imigrasi sejak menjabat Januari tahun lalu.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem membatalkan status perlindungan bagi Haiti dan Suriah tahun lalu.

Kini, nasib jutaan imigran berada dalam ketidakpastian hukum yang sangat mencemaskan di Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru