Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu.

Namun, pemerintah Iran membantah keras klaim sepihak dari pemimpin Amerika Serikat itu.

Perselisihan informasi ini mencuat saat Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai mengevakuasi belasan ribu pelaut di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Maritim Internasional (IMO) merancang operasi raksasa untuk menyelamatkan sebelas ribu pelaut di sana.

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez memimpin langsung misi penyelamatan kapal dagang pasca-kesepakatan damai sementara ini.

IMO memastikan telah mengantongi jaminan keamanan dari semua negara pantai, seperti Oman dan pihak Iran.

Klaim Inspeksi Nuklir dan Bantahan Keras Iran

Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai akan membuka akses penuh bagi pengawas nuklir ke wilayah Iran.

Ia mengunggah pernyataan emosional itu melalui akun media sosial Truth Social miliknya hari Selasa kemarin.

Baca Juga :  Peta Jalan Masa Remaja: Anak Tiba-Tiba Berubah

Sebaliknya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menepis kabar pertemuan rahasia itu.

Baghaei menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengundang kembali Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Duta Besar Iran untuk PBB Ali Bahreini juga membantah adanya pembahasan program nuklir di Swiss.

Bahreini mengonfirmasi bahwa perundingan Bürgenstock hanya membahas penghapusan sanksi ekonomi dan pembukaan pelayaran dunia.

Pelonggaran Sanksi dan Dana Kemanusiaan

Sebagai komitmen awal, Departemen Keuangan Amerika Serikat melonggarkan sanksi ekspor minyak Iran selama enam puluh hari.

Pelonggaran sanksi ekonomi ini akan berlaku aktif hingga tanggal dua puluh satu Agustus mendatang.

Trump berencana menaruh seluruh aset Iran yang mencair ke dalam akun penampungan khusus.

Pemerintah AS akan memaksa Iran membeli bahan makanan dan pasokan medis dari para petani Amerika.

Bahan makanan itu meliputi jagung, gandum, dan kedelai hasil produksi petani domestik AS.

Namun, pihak Tehran menolak rencana pembatasan sepihak penggunaan dana milik negara mereka itu.

Gencatan Senjata Lebanon yang Rapuh

Meskipun kesepakatan damai sementara mulai berjalan, pertempuran fisik di Lebanon selatan masih menyisakan kekhawatiran.

Baca Juga :  Trump Umumkan Gencatan Senjata 3 Hari dan Pertukaran 2.000 Tawanan

Otoritas pertahanan sipil Lebanon melaporkan serangan senjata militer Israel menewaskan dua warga sipil hari Selasa.

Kelompok Hezbollah mengecam aksi penembakan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap komitmen gencatan senjata regional.

Israel bersikeras mempertahankan zona keamanan di Lebanon selatan untuk melumpuhkan setiap ancaman milisi.

Sementara itu, delegasi Lebanon dan Israel memulai pembicaraan baru di kota Washington kemarin.

Namun, perundingan mandiri ini menghadapi hambatan besar akibat intervensi diplomatik dari pemerintah Iran.

Beban Politik Domestik Donald Trump

Krisis energi akibat Perang Iran kini menjadi beban politik yang sangat berat bagi Donald Trump.

Masyarakat Amerika Serikat mengekspresikan kemarahan besar atas lonjakan harga bensin di seluruh pom bensin.

Kondisi inflasi ini mengancam perolehan suara Partai Republik menjelang pemilihan umum paruh waktu November nanti.

Para politisi Republik juga mendesak Trump untuk segera menghentikan total ambisi nuklir luar negeri Iran.

Oleh karena itu, keberhasilan misi diplomasi di Swiss sangat krusial bagi masa depan politik Trump.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Firli Bahuri Mandek, IPW Desak Polda Metro Segera Beri Kepastian Hukum
Program SPPG Gegerkan Cilacap, Titik Diduga Fiktif di Tengah Hutan dan Kuburan
Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran
Dua Perempuan Disekap 4 Hari di Hotel Kendari Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang
Gelombang Panas Ekstrem Panggang Eropa
Antonio Guterres Minta Perusahaan Rilis Data Konsumsi
Portugal Gulung Uzbekistan 5 – 0 di Piala Dunia
Komplotan Pembobol Toko di Tanggamus Dibekuk, Diduga Beraksi di Puluhan TKP

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:40 WIB

Kasus Firli Bahuri Mandek, IPW Desak Polda Metro Segera Beri Kepastian Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:45 WIB

Program SPPG Gegerkan Cilacap, Titik Diduga Fiktif di Tengah Hutan dan Kuburan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:30 WIB

Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:00 WIB

Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:30 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Panggang Eropa

Berita Terbaru

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir

Rabu, 24 Jun 2026 - 10:30 WIB

Pembatasan kekuasaan militer eksekutif. Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi bersejarah untuk membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah lonjakan anggaran militer. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran

Rabu, 24 Jun 2026 - 10:00 WIB