POSNEWS.CO.ID, KYIV — Sebuah drone Rusia menghantam gudang di sebelah barat Kyiv yang pejabat Ukraina sebut menyimpan peluru, ranjau, dan amunisi lain. Serangan ini memicu ledakan besar dan kebakaran yang menewaskan 37 orang.
Serangan Paling Mematikan Sepanjang 2026
Serangan Jumat malam di gudang Myla, desa di distrik Bucha, menjadi serangan paling mematikan tahun ini. Insiden ini terjadi pada hari kedua dari tiga hari serangan Rusia yang hampir tanpa henti melanda ibu kota Ukraina.
Serangan terhadap ibu kota dan wilayah lain Ukraina berlangsung hampir konstan sejak Kamis. Pejabat Kyiv menyebut Rusia membangun stok rudal dan meluncurkan serangan besar setiap beberapa hari untuk menguras pertahanan Ukraina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusakan Meluas dan Korban Panti Jompo
Kepala administrasi militer regional setempat, Tymur Tkachenko, menyatakan kebakaran akibat serangan tersebut merusak sedikitnya 50 bangunan permukiman. Ia kemudian mengungkap 34 dari korban tewas merupakan penghuni panti jompo bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi lebih dari 370 orang dari lokasi kejadian. Warga desa Myla, Oleksandr Vodolaz, menceritakan drone menghantam gudang sekitar pukul 20.00, kemudian disusul rentetan ledakan.
Sementara itu, warga lain, Zhanna Kravchuk, mempertanyakan mengapa senjata semacam itu justru disimpan di gudang, bukan di garis depan tempat senjata tersebut seharusnya berguna.
Tudingan Kelalaian dari Zelenskyy
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan ini sebagai situasi mengerikan akibat kelalaian berat pihak yang menyimpan bahan peledak dekat permukiman warga. Ia menegaskan hukum Ukraina melarang penyimpanan amunisi dekat rumah warga.
Selain itu, Zelenskyy menyatakan pihak berwenang telah membuka proses hukum pidana terhadap pihak bertanggung jawab. Ia menegaskan siapa pun yang mengizinkan kejadian ini harus bertanggung jawab atas keputusan mereka.
Zelenskyy kemudian mengungkap serangan pertama menghantam fasilitas penyimpanan amunisi milik Pasukan Pertahanan yang seharusnya tidak berada di lokasi tersebut. Perdana Menteri Ukraina, Serhii Koretskyi, mengaitkan insiden ini dengan tragedi serupa di Vyshneve pada Juli yang menewaskan 22 orang.
Klaim Rusia dan Serangan Wilayah Lain
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim menyerang gudang di Myla yang menyimpan komponen dan pendorong peluncur untuk drone jarak jauh. Militer Rusia juga mengklaim menyerang pelabuhan Mykolaiv, Izmail, serta pusat logistik penyimpan komponen rudal jelajah Flamingo Ukraina.
Serangan Rusia di wilayah selatan Kherson pada Sabtu merusak rumah dan blok apartemen, menewaskan dua orang dan melukai 27 lainnya termasuk seorang anak. Kepala administrasi regional, Oleksandr Prokudin, menyebut Rusia telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur kritis di wilayah tersebut.
Eskalasi Serangan Balik Ukraina
Wakil kepala kantor kepresidenan Ukraina, Pavlo Palisa, menyatakan Rusia meningkatkan penggunaan drone bertenaga jet secara signifikan. Ia menegaskan sarana serangan selalu mendahului sarana pertahanan, sehingga Ukraina perlu beradaptasi.
Di sisi lain, Ukraina meningkatkan serangan jarak jauh terhadap industri militer dan fasilitas energi Rusia beberapa bulan terakhir. Zelenskyy menargetkan peningkatan hingga 1.000 peluncuran drone setiap hari, dengan rata-rata saat ini lebih dari 300 serangan per hari.
Rusia mengklaim menghancurkan 313 drone Ukraina dalam semalam pada Sabtu. Sementara itu, serangan drone Ukraina melukai 11 orang di wilayah Rostov, Rusia, dengan sembilan orang dirawat di rumah sakit termasuk empat anak.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














