Serangan Drone Rusia Tewaskan 37 Orang di Gudang Amunisi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Drone Rusia menghantam gudang amunisi di Myla, Ukraina, menewaskan 37 orang termasuk penghuni panti jompo, menjadi serangan paling mematikan 2026. Dok: Istimewa.

Drone Rusia menghantam gudang amunisi di Myla, Ukraina, menewaskan 37 orang termasuk penghuni panti jompo, menjadi serangan paling mematikan 2026. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, KYIV — Sebuah drone Rusia menghantam gudang di sebelah barat Kyiv yang pejabat Ukraina sebut menyimpan peluru, ranjau, dan amunisi lain. Serangan ini memicu ledakan besar dan kebakaran yang menewaskan 37 orang.

Serangan Paling Mematikan Sepanjang 2026

Serangan Jumat malam di gudang Myla, desa di distrik Bucha, menjadi serangan paling mematikan tahun ini. Insiden ini terjadi pada hari kedua dari tiga hari serangan Rusia yang hampir tanpa henti melanda ibu kota Ukraina.

Serangan terhadap ibu kota dan wilayah lain Ukraina berlangsung hampir konstan sejak Kamis. Pejabat Kyiv menyebut Rusia membangun stok rudal dan meluncurkan serangan besar setiap beberapa hari untuk menguras pertahanan Ukraina.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan Meluas dan Korban Panti Jompo

Kepala administrasi militer regional setempat, Tymur Tkachenko, menyatakan kebakaran akibat serangan tersebut merusak sedikitnya 50 bangunan permukiman. Ia kemudian mengungkap 34 dari korban tewas merupakan penghuni panti jompo bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Tantang Dominasi AS: Xi Jinping Pimpin Koalisi AI

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi lebih dari 370 orang dari lokasi kejadian. Warga desa Myla, Oleksandr Vodolaz, menceritakan drone menghantam gudang sekitar pukul 20.00, kemudian disusul rentetan ledakan.

Sementara itu, warga lain, Zhanna Kravchuk, mempertanyakan mengapa senjata semacam itu justru disimpan di gudang, bukan di garis depan tempat senjata tersebut seharusnya berguna.

Tudingan Kelalaian dari Zelenskyy

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan ini sebagai situasi mengerikan akibat kelalaian berat pihak yang menyimpan bahan peledak dekat permukiman warga. Ia menegaskan hukum Ukraina melarang penyimpanan amunisi dekat rumah warga.

Selain itu, Zelenskyy menyatakan pihak berwenang telah membuka proses hukum pidana terhadap pihak bertanggung jawab. Ia menegaskan siapa pun yang mengizinkan kejadian ini harus bertanggung jawab atas keputusan mereka.

Zelenskyy kemudian mengungkap serangan pertama menghantam fasilitas penyimpanan amunisi milik Pasukan Pertahanan yang seharusnya tidak berada di lokasi tersebut. Perdana Menteri Ukraina, Serhii Koretskyi, mengaitkan insiden ini dengan tragedi serupa di Vyshneve pada Juli yang menewaskan 22 orang.

Klaim Rusia dan Serangan Wilayah Lain

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim menyerang gudang di Myla yang menyimpan komponen dan pendorong peluncur untuk drone jarak jauh. Militer Rusia juga mengklaim menyerang pelabuhan Mykolaiv, Izmail, serta pusat logistik penyimpan komponen rudal jelajah Flamingo Ukraina.

Baca Juga :  Mengapa Kita Percaya Hoaks? Menakar Efek Jarum Hipodermik

Serangan Rusia di wilayah selatan Kherson pada Sabtu merusak rumah dan blok apartemen, menewaskan dua orang dan melukai 27 lainnya termasuk seorang anak. Kepala administrasi regional, Oleksandr Prokudin, menyebut Rusia telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur kritis di wilayah tersebut.

Eskalasi Serangan Balik Ukraina

Wakil kepala kantor kepresidenan Ukraina, Pavlo Palisa, menyatakan Rusia meningkatkan penggunaan drone bertenaga jet secara signifikan. Ia menegaskan sarana serangan selalu mendahului sarana pertahanan, sehingga Ukraina perlu beradaptasi.

Di sisi lain, Ukraina meningkatkan serangan jarak jauh terhadap industri militer dan fasilitas energi Rusia beberapa bulan terakhir. Zelenskyy menargetkan peningkatan hingga 1.000 peluncuran drone setiap hari, dengan rata-rata saat ini lebih dari 300 serangan per hari.

Rusia mengklaim menghancurkan 313 drone Ukraina dalam semalam pada Sabtu. Sementara itu, serangan drone Ukraina melukai 11 orang di wilayah Rostov, Rusia, dengan sembilan orang dirawat di rumah sakit termasuk empat anak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB