Trump Luluh: Hongaria Dapat Pengecualian Sanksi Minyak Rusia Selama Setahun

Sabtu, 8 November 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian sanksi minyak Rusia kepada Hongaria selama satu tahun setelah lobi intensif dari PM Viktor Orbán di Gedung Putih. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian sanksi minyak Rusia kepada Hongaria selama satu tahun setelah lobi intensif dari PM Viktor Orbán di Gedung Putih. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan Hongaria pengecualian (carve-out) sanksi selama satu tahun penuh. Pengecualian ini mengizinkan Hongaria untuk tetap membeli dan menggunakan energi dari Rusia. Keputusan ini melunakkan sanksi besar yang sebelumnya AS jatuhkan terhadap ekspor minyak Rusia.

Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi keputusan ini pada Jumat (7/11/2025). Konfirmasi ini datang setelah pertemuan bilateral yang hangat di Gedung Putih antara Trump dan Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orbán.

Lobi ‘Negara Terkunci Daratan’

Selama berbulan-bulan, Trump mengecam negara-negara Uni Eropa. Ia mengkritik mereka karena terus membeli minyak dan gas Rusia, yang ia sebut “mendanai mesin perang Kremlin”. Namun, nada Trump berubah drastis saat menjamu Orbán. Orbán adalah sekutu lamanya sekaligus idola gerakan konservatif global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan itu, Orbán menekan Trump. Ia menjelaskan bahwa sanksi AS terhadap raksasa minyak Rusia—Lukoil dan Rosneft—akan membawa ekonomi Hongaria “bertekuk lutut”.

Baca Juga :  Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Trump, yang memuji Orbán sebagai “pemimpin hebat”, tampak simpatik. Ia berulang kali menekankan alasan geografis Hongaria.

“Kami sedang mengkajinya, karena sangat sulit baginya mendapatkan minyak dan gas dari area lain,” kata Trump kepada wartawan. “Seperti yang Anda tahu, mereka tidak memiliki keuntungan memiliki laut. Mereka tidak punya pelabuhan.”

Imbalan Gas Alam dan Kritik Analis

Di balik pengecualian tersebut, terungkap adanya kesepakatan energi lain. Pejabat Gedung Putih mencatat bahwa Hongaria telah berkomitmen untuk membeli gas alam cair (LNG) dari AS. Kontrak tersebut bernilai sekitar $600 juta.

Keputusan Trump ini langsung menuai pertanyaan dari para analis. Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintahan Trump dalam menekan Moskow. Analis memperingatkan bahwa jika Trump terlihat “melunakkan” sanksi untuk sekutunya, ini dapat mendorong negara lain untuk mencoba menghindari sanksi AS. Pada akhirnya, ini akan mengikis kemampuan sanksi untuk menekan ekonomi Rusia.

Paradoks Ketergantungan Hongaria

Uni Eropa telah bergerak untuk menghentikan impor minyak Rusia sejak invasi 2022. Namun, Hongaria dan Slovakia justru secara aktif memperdalam ketergantungan mereka.

Baca Juga :  Qatar dan Mesir Desak Penarikan Israel: Pasukan Internasional Jadi Kunci, Hamas Siap Lucuti Senjata?

Laporan dari Center for the Study of Democracy (CSD) dan CREA menunjukkan data yang mengejutkan. Pangsa minyak mentah Rusia di Hongaria melonjak dari 61% sebelum invasi menjadi 92% pada tahun 2025. Padahal, laporan yang sama menyebut bahwa penghentian impor “sangat mungkin dilakukan” oleh Hongaria. Mereka bisa menggunakan pipa Adria di Kroasia yang diklaim dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Namun, Orbán membantah hal ini. Ia mengklaim pipa Adria perlu diperbesar kapasitasnya.

Dukungan Imigrasi dan Agenda Lain

Selain energi, kedua pemimpin membahas beberapa agenda lain. Trump secara terbuka memuji kebijakan imigrasi garis keras Orbán. “Dia tidak membuat kesalahan dalam imigrasi. Dia dihormati semua orang,” puji Trump. Ia sekaligus memberikan dukungannya untuk Orbán dalam pemilu Hongaria 2026.

Orbán membalas dengan memprediksi “zaman keemasan” baru dalam hubungan AS-Hongaria. Ia juga mengkritik pemerintahan Joe Biden sebelumnya, yang telah menjatuhkan sanksi pada Hongaria atas kemunduran demokrasi.

Trump juga mengonfirmasi bahwa ia masih mendiskusikan kemungkinan pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest. Rencana ini sebelumnya sempat tertunda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Berita Terbaru

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB