NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, kembali meluncurkan desakan keras untuk mengakhiri peperangan di Ukraina. Ia menuntut adanya gencatan senjata total tanpa syarat sebagai langkah awal menuju perdamaian yang komprehensif.
Seruan ini muncul dalam pernyataan resmi guna memperingati empat tahun dimulainya krisis Ukraina yang jatuh pada tanggal 24 Februari. Oleh karena itu, Guterres mendesak seluruh pihak untuk segera kembali ke meja perundingan guna menghentikan pertumpahan darah yang terus meluas.
Krisis sebagai “Noda Kesadaran Kolektif”
Dalam pidatonya, Guterres memberikan gambaran suram mengenai dampak konflik yang telah berlangsung selama 48 bulan tersebut. Ia melabeli krisis ini sebagai “noda pada kesadaran kolektif kita”.
Selanjutnya, ia menekankan bahwa perang ini tetap menjadi ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan regional maupun internasional. Pasalnya, stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia terus terganggu selama solusi diplomatik belum tercapai. “Semakin lama krisis ini berlangsung, semakin mematikan dampaknya,” ujar Guterres, seraya menyoroti penderitaan warga sipil yang terus menanggung beban terberat dari operasi militer di lapangan.
Landasan Hukum bagi Perdamaian Adil
Guterres memberikan garis bawah yang sangat tebal mengenai syarat perdamaian yang dapat diterima oleh komunitas internasional. Menurutnya, perdamaian tidak boleh sekadar penghentian senjata, melainkan harus bersifat “adil”.
Untuk mencapai hal tersebut, setiap kesepakatan wajib selaras dengan:
- Piagam PBB: Menjunjung tinggi norma hukum antar-bangsa.
- Resolusi PBB Terkait: Mengikuti panduan komunitas global yang telah disepakati.
- Integritas Wilayah: Menghormati kemerdekaan dan kedaulatan penuh Ukraina sesuai batas-batas wilayah yang sah.
Dengan demikian, PBB secara eksplisit menolak solusi yang mencederai kedaulatan nasional sebuah negara anggota. PBB menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam setiap upaya internasional yang bertujuan mengakhiri konflik ini secara bermartabat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peran PBB di Tengah Kebuntuan Global
Pernyataan ini muncul saat diplomasi global seringkali terbentur oleh kepentingan kekuatan besar di Dewan Keamanan. Meskipun begitu, Sekjen PBB tetap konsisten memposisikan organisasi dunia tersebut sebagai mediator utama yang netral.
Pada akhirnya, dunia internasional kini menanti apakah seruan dari New York ini mampu menggerakkan kemauan politik para pemimpin di Moskow, Kyiv, dan Washington. Di tengah peringatan empat tahun invasi, pesan Guterres menjadi pengingat bagi seluruh pemimpin dunia bahwa keamanan global hanya bisa pulih melalui penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekuatan senjata.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















