BELFAST, POSNEWS.CO.ID – Aparat hukum membawa seorang pria asal Sudan ke pengadilan Belfast pada hari Rabu. Sebab, ia menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan yang memicu gelombang kerusuhan anti-imigran di Irlandia Utara.
Detail Dakwaan dan Kengerian Kasus
Jaksa menjerat pelaku bernama Hadi Alodid atas aksi penikaman brutal terhadap seorang warga bernama Stephen Ogilvie. Akibatnya, korban kehilangan penglihatan pada mata kiri serta menderita luka parah di kepala dan wajah.
Polisi membekuk Alodid di lokasi kejadian saat masih menindih tubuh korban dengan sebilah pisau dapur. Selain itu, Alodid juga melayangkan ancaman pembunuhan kepada petugas medis saat menjalani perawatan luka tangan di rumah sakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku menolak pendampingan pengacara selama persidangan berlangsung melalui sambungan panggilan video. Oleh karena itu, hakim memutuskan Alodid tetap mendekam di sel tahanan tanpa opsi penangguhan penahanan.
Kerusuhan Jalanan dan Penyelamatan Warga
Insiden penikaman keji ini langsung memicu kemarahan hebat dari kelompok demonstran sayap kanan di Belfast. Sebab, massa yang beringas membakar beberapa rumah imigran, merusak fasilitas publik, serta membakar sebuah bus kota.
Petugas pemadam kebakaran bekerja keras menyelamatkan sejumlah keluarga dari kepungan kobaran api di pemukiman mereka. Sementara itu, kepolisian mengawal ketat evakuasi para korban menuju kantor polisi terdekat demi keamanan jiwa mereka.
Kepala Kepolisian Irlandia Utara, Jon Boutcher, mengecam keras tindakan anarkis yang merugikan warga sipil tersebut. Dengan demikian, ia mengerahkan 200 personel tambahan untuk mengamankan jalanan kota dari potensi bentrokan susulan.
Seruan Damai dan Sentimen Perbatasan
Keluarga korban Stephen Ogilvie merilis pernyataan resmi untuk meminta massa segera menghentikan aksi kekerasan jalanan. Sebab, mereka menolak keras pemanfaatan tragedi keluarga ini untuk menyebarkan kebencian rasial terhadap imigran.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, turut mengecam aksi kekerasan bermotif kebencian rasial tersebut secara terbuka. Oleh sebab itu, ia berjanji akan menindak tegas para perusuh dan provokator di media sosial.
Kerusuhan ini juga memicu kembali perdebatan hangat mengenai pengawasan perbatasan antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia. Sebab, Alodid memanfaatkan jalur bebas hambatan tersebut untuk masuk ke Belfast pada tahun dua ribu dua puluh tiga.
Namun, para tokoh politik memperingatkan bahwa penutupan perbatasan berisiko merusak perdamaian sensitif pasca-konflik bersejarah. Pada akhirnya, ketenangan warga menjadi kunci utama untuk memulihkan stabilitas sosial di Irlandia Utara saat ini.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












