Sindikat Uang Palsu Dollar AS dan Singapura Dibongkar Polda Metro, 2 Pelaku Diamankan

Jumat, 19 Desember 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uang palsu USD dan SGD hasil penggerebekan Polda Metro Jaya. (Posnews/Ist)

Uang palsu USD dan SGD hasil penggerebekan Polda Metro Jaya. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap dan menangkap dua pelaku jaringan peredaran serta pencetakan uang palsu pecahan Dollar AS (USD) dan Dollar Singapura (SGD).

Polisi menyita ribuan lembar uang palsu beserta peralatan cetak.

Kombes Pol Edy Suranta Sitepu menjelaskan, pengungkapan bermula dari laporan masyarakat yang resah atas maraknya peredaran uang asing palsu.

“Berdasarkan informasi itu, kami berhasil menangkap dua tersangka,” kata Edy, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga :  Menteri HAM Ungkap Polisi Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM, Ini Penyebabnya

Penggerebekan pertama dilakukan pukul 06.00 WIB di bawah JPO Kota Tangerang. Polisi menangkap HS saat berada di bus rute Pandeglang–Kalideres, yang berperan sebagai pengedar.

Dari HS, petugas menyita 1.934 lembar Dollar AS dan 529 lembar Dollar Singapura, termasuk peralatan cetak uang palsu.

Penyidik kemudian mengembangkan kasus ke Pandeglang, Banten, dan menangkap ARS, perancang sekaligus pencetak uang palsu.

Baca Juga :  KPK OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, Status Hukum Segera Diumumkan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kedua tersangka kini diamankan di Mapolda Metro Jaya, dan penyidikan masih berlangsung,” ujar Edy.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap uang palsu, khususnya mata uang asing, serta segera melaporkan transaksi mencurigakan melalui Call Center Polri 110 atau langsung ke polisi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB