CHAPPAQUA, POSNEWS.CO.ID – Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, secara resmi memberikan kesaksian tertutup mengenai hubungannya dengan Jeffrey Epstein pada Jumat. Dalam pemeriksaan tersebut, Clinton menegaskan bahwa ia sama sekali tidak melihat hal-hal yang mencurigakan selama berinteraksi dengan terpidana kejahatan seks tersebut.
Pemeriksaan ini berlangsung di kediaman pribadinya di Chappaqua, New York. Oleh karena itu, Clinton berusaha memberikan klarifikasi langsung setelah fotonya muncul dalam jutaan berkas yang baru saja Departemen Kehakiman AS deklasifikasi guna mematuhi undang-undang transparansi terbaru.
Bantahan Keras dan Latar Belakang Personal
Sebelum sesi komite dimulai, Clinton merilis pernyataan pembuka yang sangat emosional. Ia membantah memiliki pengetahuan mengenai kejahatan mengerikan yang Epstein lakukan di masa lalu.
“Sebagai seseorang yang tumbuh besar di rumah dengan kekerasan domestik, saya tidak akan terbang dengan pesawatnya jika memiliki sedikit saja firasat tentang tindakannya,” tegas Clinton. Bahkan, ia mengeklaim akan melaporkan Epstein secara pribadi ke pihak berwenang jika mengetahui kebenaran tersebut lebih awal. Clinton menekankan bahwa perkenalan singkatnya dengan Epstein telah berakhir bertahun-tahun sebelum skandal kejahatan tersebut muncul ke hadapan publik.
Kesaksian Hillary Clinton dan Tekanan Parlemen
Bill Clinton menjalani deposisi hanya sehari setelah istrinya, mantan Sekretaris Negara Hillary Clinton, memberikan kesaksian serupa pada hari Kamis. Hillary mengaku tidak ingat pernah bertemu dengan Epstein secara personal dan tidak memiliki informasi mengenai kejahatan seks sang miliarder.
Ketegangan antara keluarga Clinton dan pihak Kongres mewarnai jalannya pemeriksaan ini. Ketua Komite, James Comer, menolak tawaran pernyataan tertulis dari keluarga Clinton. Alhasil, Comer mengancam akan menjatuhkan dakwaan penghinaan terhadap Kongres jika mereka tidak hadir untuk memberikan kesaksian langsung. Comer menyatakan bahwa meskipun keluarga Clinton tidak menghadapi tuduhan tindak pidana, komite tetap memiliki banyak pertanyaan krusial yang harus mereka jawab.
Tuduhan Partisan dan Transparansi Publik
Keluarga Clinton merespons tekanan tersebut dengan kritik tajam. Mereka menuduh komite sedang menjalankan agenda partisan yang tidak adil. Pasalnya, mereka mencatat bahwa komite mengizinkan tokoh-tokoh lain dalam penyelidikan yang sama memberikan pernyataan tertulis tanpa harus hadir secara fisik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, tim hukum Clinton menilai komite sengaja merancang penyelidikan ini untuk mengalihkan fokus masyarakat dari hubungan Presiden Donald Trump dengan jaringan Epstein. Meskipun begitu, Comer memastikan bahwa proses ini akan tetap transparan. Komite berencana memublikasikan rekaman video serta transkrip lengkap dari wawancara tersebut dalam waktu dekat. Hingga saat ini, Departemen Kehakiman telah merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait kasus Epstein, yang terus memicu gelombang desakan akuntabilitas di kalangan elit politik Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















