Skandal Berkas Epstein: Bill Clinton Jalani Pemeriksaan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembelaan dari Chappaqua. Mantan Presiden AS Bill Clinton memberikan kesaksian resmi di hadapan Kongres, menegaskan ketidaktahuannya atas kejahatan Jeffrey Epstein sembari menuding adanya motif politik di balik penyelidikan tersebut. Dok: Istimewa.

Pembelaan dari Chappaqua. Mantan Presiden AS Bill Clinton memberikan kesaksian resmi di hadapan Kongres, menegaskan ketidaktahuannya atas kejahatan Jeffrey Epstein sembari menuding adanya motif politik di balik penyelidikan tersebut. Dok: Istimewa.

CHAPPAQUA, POSNEWS.CO.ID – Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, secara resmi memberikan kesaksian tertutup mengenai hubungannya dengan Jeffrey Epstein pada Jumat. Dalam pemeriksaan tersebut, Clinton menegaskan bahwa ia sama sekali tidak melihat hal-hal yang mencurigakan selama berinteraksi dengan terpidana kejahatan seks tersebut.

Pemeriksaan ini berlangsung di kediaman pribadinya di Chappaqua, New York. Oleh karena itu, Clinton berusaha memberikan klarifikasi langsung setelah fotonya muncul dalam jutaan berkas yang baru saja Departemen Kehakiman AS deklasifikasi guna mematuhi undang-undang transparansi terbaru.

Bantahan Keras dan Latar Belakang Personal

Sebelum sesi komite dimulai, Clinton merilis pernyataan pembuka yang sangat emosional. Ia membantah memiliki pengetahuan mengenai kejahatan mengerikan yang Epstein lakukan di masa lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai seseorang yang tumbuh besar di rumah dengan kekerasan domestik, saya tidak akan terbang dengan pesawatnya jika memiliki sedikit saja firasat tentang tindakannya,” tegas Clinton. Bahkan, ia mengeklaim akan melaporkan Epstein secara pribadi ke pihak berwenang jika mengetahui kebenaran tersebut lebih awal. Clinton menekankan bahwa perkenalan singkatnya dengan Epstein telah berakhir bertahun-tahun sebelum skandal kejahatan tersebut muncul ke hadapan publik.

Baca Juga :  K-Pop dan Sisi Gelap Pabrik Idola: Harga Mahal di Balik Senyum Sempurna

Kesaksian Hillary Clinton dan Tekanan Parlemen

Bill Clinton menjalani deposisi hanya sehari setelah istrinya, mantan Sekretaris Negara Hillary Clinton, memberikan kesaksian serupa pada hari Kamis. Hillary mengaku tidak ingat pernah bertemu dengan Epstein secara personal dan tidak memiliki informasi mengenai kejahatan seks sang miliarder.

Ketegangan antara keluarga Clinton dan pihak Kongres mewarnai jalannya pemeriksaan ini. Ketua Komite, James Comer, menolak tawaran pernyataan tertulis dari keluarga Clinton. Alhasil, Comer mengancam akan menjatuhkan dakwaan penghinaan terhadap Kongres jika mereka tidak hadir untuk memberikan kesaksian langsung. Comer menyatakan bahwa meskipun keluarga Clinton tidak menghadapi tuduhan tindak pidana, komite tetap memiliki banyak pertanyaan krusial yang harus mereka jawab.

Baca Juga :  Keir Starmer Ancam Blokir Raksasa Teknologi Jika Deepfake Tak Dihapus

Tuduhan Partisan dan Transparansi Publik

Keluarga Clinton merespons tekanan tersebut dengan kritik tajam. Mereka menuduh komite sedang menjalankan agenda partisan yang tidak adil. Pasalnya, mereka mencatat bahwa komite mengizinkan tokoh-tokoh lain dalam penyelidikan yang sama memberikan pernyataan tertulis tanpa harus hadir secara fisik.

Selain itu, tim hukum Clinton menilai komite sengaja merancang penyelidikan ini untuk mengalihkan fokus masyarakat dari hubungan Presiden Donald Trump dengan jaringan Epstein. Meskipun begitu, Comer memastikan bahwa proses ini akan tetap transparan. Komite berencana memublikasikan rekaman video serta transkrip lengkap dari wawancara tersebut dalam waktu dekat. Hingga saat ini, Departemen Kehakiman telah merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait kasus Epstein, yang terus memicu gelombang desakan akuntabilitas di kalangan elit politik Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB