Demi Kontrol Perbatasan, Keir Starmer Desak Eropa Kebiri Aturan HAM

Rabu, 10 Desember 2025 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Keir Starmer berjanji untuk terus melakukan perubahan meskipun Partai Buruh menderita kekalahan besar dalam pemilu lokal. Dok: Istimewa.

Perdana Menteri Keir Starmer berjanji untuk terus melakukan perubahan meskipun Partai Buruh menderita kekalahan besar dalam pemilu lokal. Dok: Istimewa.

STRASBOURG, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, membawa pesan keras ke panggung diplomasi Eropa. Ia mendesak sekutunya untuk segera membatasi penerapan undang-undang hak asasi manusia (HAM) bersama.

Seruan ini muncul menjelang pertemuan puncak Dewan Eropa di Strasbourg, Rabu (10/12/2025). Tujuannya jelas, Starmer ingin negara-negara anggota memiliki wewenang lebih besar untuk bertindak tegas dalam mengamankan perbatasan mereka.

Menurutnya, Eropa harus melangkah lebih jauh dalam memodernisasi interpretasi Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia (ECHR). Hal ini krusial untuk mencegah pencari suaka menggunakan celah hukum tersebut demi menghindari deportasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melawan Populisme dengan Tangan Besi

Starmer berargumen bahwa langkah ini bukan sekadar soal imigrasi. Justru, ini adalah strategi politik untuk membendung gelombang kebangkitan kelompok kanan-jauh (far-right) di seluruh benua.

Dalam artikel opini bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Starmer menegaskan posisinya. “Cara terbaik melawan kekuatan kebencian adalah menunjukkan bahwa politik progresif bisa menyelesaikan masalah ini,” tulisnya.

Baca Juga :  UNESCO Laporkan Kerusakan Situs Warisan Dunia Akibat Perang Iran

Pasalnya, kegagalan mengontrol perbatasan sering kali menjadi bahan bakar utama bagi kelompok populis seperti Reform UK pimpinan Nigel Farage. Oleh karena itu, Starmer ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya bisa bertindak tegas namun tetap berbelas kasih.

“Mendengarkan kekhawatiran sah warga bukanlah populisme kosong, itu adalah demokrasi,” tegas kedua pemimpin tersebut.

Targetkan Pasal Anti-Penyiksaan?

Menteri Kehakiman Inggris, David Lammy, akan memimpin delegasi di Strasbourg. Kabarnya, ia membawa misi spesifik untuk mendefinisikan ulang pasal-pasal krusial dalam ECHR.

Lammy diperkirakan akan berargumen untuk membatasi ruang lingkup Pasal 3 yang melarang penyiksaan dan “perlakuan merendahkan”. Tujuannya, agar ambang batas untuk deportasi kriminal asing bisa lebih rendah.

Selain itu, pemerintah Inggris ingin memperjelas interpretasi Pasal 8 tentang hak atas kehidupan pribadi. Mereka tidak ingin aturan ini menjadi tameng bagi pendatang ilegal untuk menetap hanya karena alasan ikatan keluarga yang longgar.

Baca Juga :  Bazar Heritage β€œTanjung Priok Hub 5.0” Hidupkan Stasiun Bersejarah dan Dongkrak UMKM

Selebriti dan Aktivis Melawan

Meskipun demikian, rencana ini memicu badai kritik di dalam negeri. Kelompok hak asasi manusia dan politisi Partai Buruh sendiri mengecam langkah tersebut.

Mereka menilai Starmer sedang membuka kotak pandora yang berbahaya. Akibatnya, negara-negara bisa saja menelantarkan orang-orang paling rentan di dunia atas nama keamanan perbatasan.

Surat terbuka dari 21 tokoh ternama, termasuk aktor Stephen Fry dan Michael Palin, menuntut pembatalan rencana ini. Mereka mendesak Starmer untuk mengambil “sikap berprinsip” bagi korban penyiksaan, bukan malah memperlemah perlindungan mereka.

“Larangan penyiksaan adalah hak mutlak. Tidak ada ruang untuk tawar-menawar,” kritik Veronika Fikfak, profesor hukum internasional di University College London.

Kini, bola panas berada di Strasbourg. Apakah Eropa akan mengikuti jejak model suaka garis keras ala Denmark yang didukung Inggris? Atau, mereka akan bertahan pada prinsip HAM tradisional di tengah tekanan krisis migrasi yang tak kunjung usai?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen
Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:14 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:48 WIB

Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy

Berita Terbaru

Ilustasi, Taktik baru perang informasi. Biro Keamanan Nasional Taiwan meluncurkan situs pelaporan khusus guna memikat warga Tiongkok yang kecewa pada sistem pemerintahan Beijing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:14 WIB

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB