Suspek Hantavirus di Kulon Progo Negatif, DPR Minta Pengawasan Diperketat

Senin, 11 Mei 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terkait dugaan kasus hantavirus di Kulon Progo, Yogyakarta. (Posnews/Net)

Ilustrasi, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terkait dugaan kasus hantavirus di Kulon Progo, Yogyakarta. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan hantavirus di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia dipastikan negatif.

Meski begitu, Komisi IX DPR meminta pemerintah tidak lengah dan segera memperkuat sistem pengawasan penyakit menular agar potensi penularan bisa dicegah lebih dini.

Kepastian itu disampaikan Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta setelah hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan warga yang sempat berstatus suspek tidak terinfeksi hantavirus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, mengapresiasi langkah cepat Dinkes DIY dalam menangani kasus tersebut.

Menurutnya, hasil negatif ini menjadi kabar baik. Namun, pemerintah tetap harus meningkatkan sistem deteksi dini penyakit menular di seluruh daerah.

Baca Juga :  Malam Tahun Baru 2026, Prabowo Makan dan Nonton Bareng Warga Terdampak Banjir

“Tentu kita mengapresiasi langkah cepat Dinkes DIY. Namun, penguatan surveilans penyakit menular tetap harus dilakukan,” kata Charles, Senin (11/5/2026).

Pemerintah Diminta Perkuat Deteksi Dini

Charles menegaskan pemerintah harus memastikan sistem pengawasan kesehatan berjalan optimal hingga tingkat daerah.

Selain itu, fasilitas kesehatan, laboratorium, hingga mekanisme pelaporan cepat juga harus diperkuat.

Ia juga mendorong pemerintah mempererat koordinasi dengan otoritas kesehatan internasional guna memantau perkembangan penyebaran virus secara global.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, meminta pemerintah memperluas edukasi langsung ke masyarakat.

Baca Juga :  Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Vietnam U-17: Wajib Menang atau Tersingkir

Menurutnya, sosialisasi tidak cukup hanya lewat media digital karena masih banyak wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet.

Irma mengungkapkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan terdapat 17 kasus hantavirus pada 2025 dan lima kasus pada 2026.

Meski jumlah kasus masih relatif rendah, masyarakat tetap diminta waspada.

Dinkes Pastikan Tidak Ada Kasus Positif

Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, menegaskan tidak ada warga di Kulon Progo yang positif hantavirus.

“Hasil laboratorium sudah keluar dan hasilnya negatif,” ujarnya.

Meski demikian, warga tetap diminta menjaga kebersihan lingkungan dan mewaspadai tikus yang menjadi perantara penyebaran hantavirus. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti
Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan
Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan
Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan
Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong, Ombudsman: Segera Dirobohkan
Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri 2027, Tinggal Scan Barcode
Tes DNA Ungkap Identitas Surakman, ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis Dipulangkan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 06:17 WIB

Jaksa Agung Mutasi 16 Pejabat, Kajari Jakarta Pusat, Selatan dan Utara Berganti

Jumat, 25 September 2026 - 05:53 WIB

Klaster Mewah Lapas Cibinong Disorot, Ada Dugaan Pungutan Rp150 Ribu per Pekan

Kamis, 24 September 2026 - 20:10 WIB

Basarnas Temukan 14 Korban dari Bangkai KM Virgo, 93 Orang Belum Ditemukan

Kamis, 24 September 2026 - 14:59 WIB

Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Kamis, 24 September 2026 - 14:02 WIB

KRI Sriwijaya-100 Resmi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia, 400 Prajurit Disiapkan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Senat Italia menyetujui RUU kerangka hukum energi nuklir generasi baru. Simak rincian kebijakan PM Giorgia Meloni dan reaksi aktivis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat Italia Sahkan Aturan Kerangka Hukum Energi Nuklir

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:08 WIB