WILMINGTON, POSNEWS.CO.ID – Laba-laba Golden Orb Weaver bukan lagi sekadar penghuni sudut rumah yang menakutkan. Kini, hewan berkaki delapan ini menjadi “guru besar” bagi para insinyur material dunia. Ilmuwan akhirnya berhasil menyalin gen penghasil sutra laba-laba tersebut.
Tujuannya ambisius: menciptakan generasi baru material canggih bernama “Biosilk”. Peneliti di DuPont telah memintal serat ini untuk pertama kalinya. Faktanya, material ini memiliki potensi penggunaan yang sangat luas, mulai dari konstruksi raksasa hingga manufaktur presisi.
Daya tariknya terletak pada kombinasi kekuatan dan elastisitas yang ajaib. Serat buatan manusia selama ini gagal menirunya. Secara perbandingan, sutra laba-laba jauh lebih kuat daripada baja dengan berat yang sama.
Estimasi ilmuwan sangat mencengangkan. Jika kita bisa membuat satu untai berdiameter 10 meter, serat itu akan cukup kuat untuk menghentikan pesawat Jumbo Jet yang sedang terbang. Selain itu, faktor ketiga yang tak kalah penting adalah bobotnya yang sangat ringan.
Membajak Pabrik Bakteri
Bagaimana cara membuatnya? Randolph Lewis dari Universitas Wyoming memulai langkah awal. Ia memeriksa kelenjar penghasil sutra laba-laba dan mencari kode DNA protein yang tepat.
Selanjutnya, peneliti di DuPont menggunakan ragi dan bakteri sebagai “pabrik” inang. Robert Dorsch, direktur pengembangan biokimia DuPont, menjelaskan prosesnya. Mereka memanen gumpalan protein dari bakteri tersebut.
“Kami memecah bakteri, memisahkan gumpalan protein, dan menggunakannya sebagai bahan baku awal,” jelas Dorsch.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, manusia belum sepintar laba-laba. Laba-laba memintal serat menggunakan larutan berbasis air secara instan. Sebaliknya, ilmuwan harus melarutkan protein dalam pelarut kimia sebelum memintalnya melalui lubang kecil untuk membentuk serat padat.
Dari Jembatan hingga Rompi Anti-Peluru
Biokimiawan melihat potensi penggunaan Biosilk hampir tanpa batas. Misalnya, ilmuwan Angkatan Darat sudah melirik material ini. Mereka ingin menggunakannya untuk rompi anti-peluru yang ringan dan parasut yang lebih kuat.
Di sektor sipil, jembatan gantung tahan gempa bisa menjadi kenyataan. Kabel dari serat sutra laba-laba sintetis akan memberikan fleksibilitas dan kekuatan yang baja konvensional tidak miliki. Tak hanya itu, aplikasi lain mencakup sabuk pengaman yang lebih aman, sol sepatu awet, hingga pakaian tangguh.
Robert Dorsch sangat antusias, tetapi ia juga realistis. “Kami masih pada tahap awal,” peringatnya. Prediksi teoretis menjanjikan material yang mampu menyerap guncangan lebih baik daripada apa pun yang ada saat ini.
Inspirasi dari Kerang Laut
Laba-laba bukan satu-satunya inspirasi. Ilmuwan material kini juga “iri” pada kerang laut. Ternyata, kerang menghasilkan perekat protein alami yang sangat kuat untuk menempel pada batu di tengah gempuran ombak.
Mengekstrak protein ini dari kerang sangat mahal dan membosankan. Oleh karena itu, peneliti telah memproduksi gen sintetis untuk digunakan dalam bakteri pengganti, membuka jalan bagi lem super alami di masa depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
















