Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Apresiasi tak terduga dari Evian. Presiden AS Donald Trump memuji sikap netral Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin selama konflik bersenjata melawan Iran. Dok: Istimewa.

Apresiasi tak terduga dari Evian. Presiden AS Donald Trump memuji sikap netral Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin selama konflik bersenjata melawan Iran. Dok: Istimewa.

EVIAN-LES-BAINS, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pujian mengejutkan kepada para pemimpin Tiongkok dan Rusia. Ia menilai Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin bersikap netral selama masa Perang Iran berlangsung.

Trump menyampaikan pernyataan menarik tersebut dalam konferensi pers Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Evian-les-Bains, Prancis. Ia merasa sangat bersyukur karena kedua pemimpin negara tersebut tidak memperkeruh situasi pertempuran di lapangan.

Apresiasi untuk Menahan Diri dari Pengiriman Senjata

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tiongkok, Presiden Xi,” ujar Trump di depan para jurnalis pada Rabu kemarin. Ia menilai Xi Jinping bersikap sangat netral selama konflik senjata tiga bulan itu berkecamuk.

“Saya juga berterima kasih kepada Vladimir Putin karena ia bersikap sangat netral,” tambah Trump kemudian. Menurutnya, Rusia dan Tiongkok memiliki kapasitas besar untuk menyulitkan posisi militer Amerika Serikat saat perang berlangsung.

Namun, kedua raksasa dunia tersebut memilih menahan diri dari mengirimkan bantuan senjata berat ke Iran. Tiongkok bahkan menolak mengirimkan kapal minyak dengan kawalan kapal perusak untuk menembus blokade laut.

Sentilan Keras Trump terhadap Negara Sekutu

Langkah bersahabat dari Rusia dan Tiongkok ini tentu bertolak belakang dengan sikap para sekutu tradisional Amerika Serikat. Sebelum perundingan damai mulai, Trump meluapkan kemarahan besar kepada negara-negara sekutu dari Jepang hingga benua Eropa.

Sebab, mereka menolak mengirimkan bantuan militer untuk mengamankan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Para sekutu juga membatasi penggunaan pangkalan udara mereka untuk meluncurkan serangan ke Iran.

Baca Juga :  Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini

Di sisi lain, Rusia dan Tiongkok sebenarnya memelihara hubungan diplomatik dan ekonomi yang sangat erat dengan pihak Tehran. Bahkan, pemerintah Tiongkok sempat mengecam keras agresi militer Washington sebagai pelanggaran kedaulatan wilayah Iran.

Analis keamanan juga menduga penyuling minyak independen asal Tiongkok terus membeli pasokan minyak mentah dari Iran. Mereka mengabaikan sanksi ekonomi sepihak Amerika Serikat demi mengamankan kebutuhan energi dalam negeri mereka.

Harapan dari Sikap Konsisten Tiongkok

Meskipun begitu, Trump menganggap Xi Jinping sangat membantu dalam merampungkan draf kesepakatan damai sementara ini. Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington segera merilis pernyataan tertulis untuk merespons komentar tersebut.

Ia menegaskan bahwa Tiongkok secara konsisten bekerja keras untuk menghentikan pertempuran dan mewujudkan perdamaian abadi. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Rusia memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi mengenai pujian Trump.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas
Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang
Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Berita Terbaru

Serangan drone massal Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia, merusak fasilitas gudang Wildberries, dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:08 WIB

Perusahaan Habita Inc. meminta maaf usai menyuruh dua karyawannya kembali ke dalam Mal Aeon Kashima pasca gempa Kumamoto hingga tewas akibat ledakan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agu 2026 - 14:40 WIB

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:49 WIB