Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saling balas serangan di hulu energi. Ukraina membombardir terminal minyak utama Rusia sementara Roman Abramovich terungkap menjadi utusan damai rahasia antara Kyiv dan Moskow. Dok: (Ukrainian Emergency Service via AP)

Saling balas serangan di hulu energi. Ukraina membombardir terminal minyak utama Rusia sementara Roman Abramovich terungkap menjadi utusan damai rahasia antara Kyiv dan Moskow. Dok: (Ukrainian Emergency Service via AP)

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Ukraina meluncurkan gelombang serangan drone ke depot minyak di wilayah Rusia dan Semenanjung Crimea. Langkah taktis ini bertujuan untuk menghancurkan pasokan bahan bakar bagi armada perang Kremlin.

Gempuran Udara ke Jantung Energi Rusia

Militer Ukraina menyasar Grushovaya yang merupakan salah satu hub transshipment minyak terbesar di Rusia selatan. Sebab, fasilitas dekat Novorossiysk tersebut menampung cadangan energi dalam jumlah yang sangat masif.

Sementara itu, drone Ukraina juga memicu kebakaran hebat di stasiun distribusi minyak Krasny Yar di Volgograd. Selanjutnya, serangan udara terpisah juga menghantam depot penyimpanan bahan bakar militer Rusia di Feodosia dan Semykolodezkaya, di Crimea.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, akhirnya mengakui adanya masalah pasokan bahan bakar di Semenanjung Crimea. Oleh karena itu, Kementerian Energi Rusia kini berupaya keras merancang langkah-langkah darurat untuk mengatasi krisis tersebut.

Utusan Rahasia dan Kebuntuan Negosiasi Damai

Di sisi lain, Presiden Volodymyr Zelenskyy membuat pengakuan mengejutkan tentang jalur komunikasi rahasia dengan pihak Moskow. Ia mengonfirmasi bahwa mantan pemilik klub sepak bola Chelsea, Roman Abramovich, bertindak sebagai perantara pesan dari Vladimir Putin.

Abramovich kabarnya sempat mengunjungi Kyiv secara diam-diam untuk menyerahkan draf penawaran dari Kremlin. Namun, Zelenskyy menegaskan Ukraina menolak keras opsi penyerahan wilayah Donbas demi meraih perdamaian.

“Kami tidak akan pernah meninggalkan wilayah kedaulatan kami,” tegas Zelenskyy kepada media Sky News pada Senin. Sebaliknya, Zelenskyy menyatakan kesiapannya untuk bertemu Putin di wilayah netral bersama Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 10–11 Januari 2026, Hujan Sedang Meluas - BMKG Ingatkan Waspada

Sanksi Raksasa Uni Eropa dan Dampak Kerusakan

Pertempuran udara yang kian sengit ini terus memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil kedua belah pihak. Sebagai contoh, serangan drone Rusia di wilayah Zaporizhzhia merusak permukiman warga serta menewaskan dua orang sipil.

Sementara itu, serangan drone Ukraina di Crimea menghantam kereta penumpang yang sedang berjalan dari arah Moskow. Akibatnya, masinis kereta terluka dan asistennya tewas di tempat hingga melumpuhkan seluruh jadwal perjalanan kereta setempat.

Merespons agresi tersebut, Uni Eropa bersiap meluncurkan paket sanksi baru yang menyasar 80 entitas militer Rusia. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, memproyeksikan bahwa sanksi Barat telah merugikan Rusia hingga USD 1,5 triliun. Dengan demikian, tekanan ekonomi global ini diharapkan mampu membatasi kapasitas produksi senjata Kremlin secara signifikan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru