JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Nasib pilu menimpa seorang perempuan berinisial C.
Alih-alih mendapat kepastian atas kehamilannya, ia justru mengalami kekerasan saat mendatangi rumah sang pacar berinisial JHI di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, C datang bersama adiknya, P, serta seorang teman yang turut mendampingi.
Mereka berniat meminta pertanggungjawaban JHI atas kehamilan yang diduga dilakukan oleh pria tersebut.
Awalnya, C menunggu di dalam mobil, sementara adiknya masuk ke rumah untuk berbicara dengan JHI dan keluarganya.
Namun, situasi tiba-tiba memanas. C mendengar keributan dari dalam rumah dan langsung turun untuk memastikan kondisi sang adik.
Betapa terkejutnya C saat melihat adiknya dikeroyok oleh JHI bersama sejumlah orang yang diduga anggota keluarganya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia langsung berusaha melerai sambil merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel.
“Saya lihat adik saya dipukuli. Saya langsung teriak dan coba melerai,” ungkap C.
Namun, upayanya justru berujung petaka. C mengaku ikut menjadi korban kekerasan. Ia dijambak, didorong hingga terjatuh, bahkan dipukul meski sudah berteriak bahwa dirinya sedang hamil.
“Saya teriak saya hamil, tapi tetap dijambak dan dipukul,” ujarnya.
Keributan baru mereda setelah warga sekitar datang melerai. Meski demikian, kedua korban sudah mengalami luka fisik dan trauma akibat kejadian tersebut.
Tidak terima dengan perlakuan itu, C dan P langsung melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polres Metro Jakarta Timur.
Laporan C tercatat dengan nomor LP/B/4466/XI/2025, sementara laporan P terdaftar dengan nomor LP/B/4465/XI/2025. Keduanya juga melampirkan hasil visum sebagai bukti kekerasan.
Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Penyidik tengah memeriksa sejumlah saksi serta mendalami peran para terlapor, termasuk JHI dan pihak lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.
Polisi juga menelusuri rekaman video yang sempat diambil korban sebagai alat bukti tambahan.
Fakta Penting:
- Korban merupakan wanita hamil yang datang untuk meminta tanggung jawab.
- Aksi pengeroyokan melibatkan lebih dari satu pelaku.
- Bukti visum dan rekaman video telah diserahkan ke polisi.
Oleh sebab itu, aparat mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara hukum tanpa kekerasan, serta segera melapor jika mengalami tindak pidana serupa. (red)
Editor : Hadwan



















