Prahara di Levent: Turki Tangkap 198 Simpatisan IS Pasca-Serangan Konsulat Israel

Jumat, 10 April 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembersihan jaringan teror. Otoritas keamanan Turki menangkap hampir 200 tersangka Daesh di 34 provinsi guna merespon serangan bersenjata di depan Konsulat Israel di Istanbul pada awal April 2026. Dok: Istimewa.

Pembersihan jaringan teror. Otoritas keamanan Turki menangkap hampir 200 tersangka Daesh di 34 provinsi guna merespon serangan bersenjata di depan Konsulat Israel di Istanbul pada awal April 2026. Dok: Istimewa.

ISTANBUL, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Turki melakukan langkah drastis guna menjamin stabilitas nasional pasca-insiden kekerasan di wilayah diplomatik. Pasukan keamanan menangkap hampir 200 orang dalam operasi sapu bersih di seluruh negeri pada hari Rabu.

Dalam konteks ini, penangkapan tersebut merupakan respon langsung terhadap aksi penembakan di depan Konsulat Israel. Menteri Kehakiman Akin Gurlek menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi kelompok radikal untuk merusak keamanan publik di tahun 2026.

Operasi Serentak di 34 Provinsi

Menteri Gurlek mengumumkan melalui media sosial X bahwa petugas menangkap 198 tersangka dalam satu hari. Operasi intelijen ini berlangsung secara simultan di 34 provinsi berbeda guna melumpuhkan jaringan Daesh atau IS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, otoritas pengadilan telah menempatkan 12 orang dalam tahanan pra-peradilan. Jumlah ini mencakup dua penyerang yang menderita luka tembak dan kini menjalani perawatan medis di bawah pengawasan ketat. Polisi terus melakukan pengejaran terhadap sisa-sisa sel tidur yang diduga merencanakan serangan lanjutan di pusat perkotaan.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan dan Berawan, Waspada Petir & Angin

Kronologi Baku Tembak di Distrik Bisnis Levent

Aksi teror bermula pada Selasa sore di distrik bisnis Levent, wilayah Eropa di Istanbul. Rekaman kamera pengawas menunjukkan seorang pria bersenjata senapan otomatis melepaskan tembakan ke arah polisi di depan misi diplomatik Israel. Akibatnya, baku tembak sengit pecah selama kurang lebih sepuluh menit.

Petugas kepolisian berhasil melumpuhkan satu penyerang berusia 32 tahun yang teridentifikasi memiliki kaitan dengan IS. Selain itu, dua petugas polisi mengalami luka ringan dalam kontak senjata tersebut. Para penyerang diketahui tiba menggunakan kendaraan sewaan dari wilayah Izmit yang berjarak 86 kilometer dari lokasi kejadian. Dua pelaku lainnya yang terluka merupakan saudara kandung yang memiliki catatan kriminal terkait perdagangan narkoba.

Keamanan Misi Diplomatik dan Respon Erdogan

Pihak otoritas memastikan tidak ada diplomat Israel yang berada di lokasi saat serangan terjadi. Sebab, sebagian besar staf diplomatik telah meninggalkan Turki sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Meskipun demikian, Israel menegaskan bahwa mereka tidak akan gentar terhadap intimidasi teror tersebut.

Baca Juga :  Serangan Kediaman Putin: Dubes AS Ragukan Klaim Rusia

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam keras serangan yang ia labeli sebagai tindakan berkhianat. Erdogan bersumpah untuk memimpin perlawanan terhadap segala jenis terorisme tanpa kompromi. “Kami akan mengejar mereka hingga ke akar-akarnya guna memastikan keselamatan rakyat kami,” tegas Erdogan dalam pernyataan resminya.

Sejarah Ancaman IS di Wilayah Turki

Lonjakan aktivitas militer ini mengikuti jejak rentetan kekerasan di masa lalu. Pada Desember lalu, anggota IS menewaskan tiga polisi di wilayah Yalova. Terlebih lagi, masyarakat masih mengingat tragedi klub malam Istanbul tahun 2017 yang merenggut 39 nyawa.

Sebagai hasilnya, polisi Turki kini meningkatkan frekuensi razia nasional guna mendeteksi ancaman asimetris secara dini. Pada akhirnya, keberhasilan operasi di 34 provinsi ini membuktikan ketangguhan sistem intelijen Turki dalam membendung pengaruh kelompok radikal di Asia Kecil. Dunia kini memantau apakah langkah tegas Ankara mampu menciptakan stabilitas jangka panjang di tengah ketegangan regional yang kian memanas.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masjid Istiqlal Salurkan Daging Kurban Lewat Lembaga Sosial, Hindari Kerumunan Warga
Disdik DKI Cabut KJP 60 Siswa Terlibat Tawuran, Ini Data Terbaru 2025–2026
Demo Lapas Bollangi Gowa Ricuh, 8 Provokator Ditangkap Polisi, 2 Positif Narkoba
Kemendag Dorong Ekspor Kosmetik Indonesia Lewat Penguatan Ekosistem Global
Rutan Depok Gelar Skrining HPV dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Binaan
Ditpolairud Polda Metro Gelar Dialog di Cilincing, Nelayan Soroti Alat Tangkap Garok
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Jakarta Cerah, Bogor Berpotensi Hujan
Rashdul Kiblat 2026 Terjadi 27–28 Mei, Ini Cara Cek Arah Kiblat Akurat

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:58 WIB

Masjid Istiqlal Salurkan Daging Kurban Lewat Lembaga Sosial, Hindari Kerumunan Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:38 WIB

Disdik DKI Cabut KJP 60 Siswa Terlibat Tawuran, Ini Data Terbaru 2025–2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:20 WIB

Demo Lapas Bollangi Gowa Ricuh, 8 Provokator Ditangkap Polisi, 2 Positif Narkoba

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:59 WIB

Kemendag Dorong Ekspor Kosmetik Indonesia Lewat Penguatan Ekosistem Global

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:45 WIB

Rutan Depok Gelar Skrining HPV dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru