Wanita Tewas Dibunuh di Cisarua Saat Tagih Utang, Pelaku Ditangkap Polres Bogor

Sabtu, 22 November 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Sebuah unggahan di media sosial menghebohkan publik setelah menampilkan seorang wanita paruh baya yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Wanita tersebut tewas sangat mengenaskan dianiaya di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Pelaku disebut-sebut adalah mantan kenalan korban dan motifnya diduga berkaitan dengan utang piutang.

Menurut unggahan pada Sabtu (22/11/2025), korban dibunuh saat menagih utang kepadanya.

Baca Juga :  Cekcok Berujung Maut di Condet, Satu Tewas dan Satu Luka Tikam - Polisi Dalami Motif

Korban mengalami luka di wajah dan bagian belakang kepala sebelum akhirnya dinyatakan tewas, lalu dimakamkan oleh keluarga.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, membenarkan peristiwa ini.

Dia menyebut bahwa gerak cepat unit Pamapta Polres Bogor dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) memungkinkan pelaku segera ditangkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkat tindakan awal yang cepat, pelaku kini sudah diamankan di Mako Polres Bogor,” jelas Wikha seperti dilansir dari laporan internal kepolisian.

Baca Juga :  Tawuran Berdarah di Cibinong, Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Sampai saat ini, penyidik masih memeriksa tersangka secara intensif. “Kami terus menggali motif pelaku menghabisi nyawa korban,” tambah Wikha.

Sementara itu, pihak kepolisian belum merilis identitas korban dan pelaku ke publik, sambil menunggu hasil pemeriksaan forensik dan saksi-saksi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB