Dominasi Sawit Geser Saingan di Pasar Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Bea Cukai Tiongkok mencatat volume impor minyak nabati mencapai 500.000 ton pada Mei 2026.

Angka itu melonjak 8,2 persen daripada periode yang sama tahun lalu.

Akumulasi impor sepanjang Januari hingga Mei menyentuh angka 2,93 juta ton.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencapaian ini mencetak kenaikan sebesar 17,5 persen secara tahunan.

Sawit Mendominasi Pasar Impor

Komoditas minyak sawit memimpin pertumbuhan impor secara luar biasa sepanjang tahun ini.

Tiongkok mengimpor 220.000 ton minyak sawit pada Mei, naik 25,2 persen.

Baca Juga :  PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Total impor sawit selama lima bulan awal melesat 54,8 persen menjadi 1,11 juta ton.

Permintaan kuat industri makanan dan pasokan lancar Asia Tenggara menyokong lonjakan besar ini.

Impor Kedelai dan Kanola yang Lambat

Sebaliknya, impor minyak kedelai berjalan lambat dengan volume hanya 10.000 ton pada Mei.

Total impor minyak kedelai selama lima bulan pertama hanya menyentuh 30.000 ton.

Industri penghancuran kedelai lokal tetap memegang peran utama sebagai pemasok pasar domestik.

Sementara itu, impor minyak kanola menyusut 5,6 persen menjadi 970.000 ton.

Penurunan Impor Biji Kedelai

Tiongkok juga memotong impor biji kedelai sebesar 15,3 persen menjadi 11,79 juta ton pada Mei.

Baca Juga :  Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump

Total impor biji kedelai selama lima bulan pertama mencapai 36,94 juta ton.

Analis memproyeksikan penurunan pasokan biji kedelai ini akan membatasi produksi minyak kedelai masa depan.

Pengaruh Damai AS-Iran

Pada sisi lain, harga energi dunia merosot setelah kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran.

Penurunan harga minyak bumi mengurangi proyeksi permintaan biodiesel secara global.

Pasar spot juga memperlihatkan pergerakan harga yang bervariasi bagi setiap komoditas.

Harga minyak sawit tetap kuat karena penurunan stok pelabuhan pada Tiongkok.

Sebaliknya, harga minyak kanola merosot akibat penumpukan pasokan dan permintaan yang lemah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru