Xi Jinping dan Trump Sepakat Bangun Kepercayaan Lewat Dialog

Kamis, 5 Februari 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melampaui gas alam. China dan Turkmenistan menyepakati perluasan skala kerja sama energi serta akselerasi kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan ekonomi digital guna mendukung modernisasi sosialis China 2026-2030. Dok: Istimewa.

Melampaui gas alam. China dan Turkmenistan menyepakati perluasan skala kerja sama energi serta akselerasi kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan ekonomi digital guna mendukung modernisasi sosialis China 2026-2030. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden China Xi Jinping melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (4/2/2026). Dalam dialog tersebut, Xi menyerukan agar kedua negara membuat kemajuan langkah-demi-langkah guna membangun kepercayaan timbal balik dan menemukan cara yang tepat untuk hidup berdampingan.

Xi Jinping menilai komunikasi selama setahun terakhir, termasuk pertemuan sukses di Busan, telah memetakan arah yang positif bagi hubungan China-AS. Langkah ini mendapat sambutan hangat dari rakyat kedua negara serta komunitas internasional secara luas.

Mengemudikan “Kapal Raksasa” Melalui Badai

Xi Jinping menyampaikan harapan besar untuk bekerja sama dengan Presiden Trump dalam mengemudikan “kapal raksasa” hubungan China-AS agar terus bergerak maju dengan stabil. “China selalu menepati apa yang dikatakannya dan menyesuaikan perkataan dengan tindakan serta hasil nyata,” ujar Xi Jinping dalam pembicaraan tersebut.

Ia menambahkan bahwa selama kedua negara bekerja ke arah yang sama dengan semangat kesetaraan dan rasa hormat, mereka pasti dapat menemukan solusi atas kekhawatiran masing-masing. Terlebih lagi, tahun 2026 merupakan tahun penting bagi kedua negara. China akan memulai Rencana Lima Tahun ke-15, sementara Amerika Serikat akan merayakan hari jadi kemerdekaannya yang ke-250.

Baca Juga :  Komplotan Curanmor Beji Depok Diringkus, Pelaku Bersenjata Golok Tak Berkutik

Peringatan Keras Mengenai Isu Taiwan

Dalam percakapan tersebut, Xi Jinping kembali mempertegas posisi China mengenai isu Taiwan, yang ia sebut sebagai masalah terpenting dalam hubungan bilateral. Ia menekankan bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah kedaulatan China dan Beijing tidak akan pernah membiarkan Taiwan terpisah.

Oleh karena itu, Xi mendesak pihak Amerika Serikat untuk menangani masalah penjualan senjata ke Taiwan dengan penuh kebijaksanaan dan kehati-hatian. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga integritas kedaulatan dan keutuhan wilayah China.

Trump: “Hubungan Terpenting di Dunia”

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan respons positif dengan menyebut hubungan AS-China sebagai relasi paling penting di dunia saat ini. Trump mengaku memiliki rasa hormat yang besar terhadap kepemimpinan Presiden Xi.

Baca Juga :  China dan Uruguay Perkuat Sinergi: Xi Jinping Dorong Kerja

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di bawah kepemimpinan kita, Amerika Serikat dan China menunjukkan kinerja ekonomi dan perdagangan yang baik. Saya ingin melihat China sukses,” kata Trump. Terkait isu Taiwan, Trump menyatakan memahami perasaan China dan berjanji akan terus menjalin komunikasi agar hubungan tetap terjaga dengan baik selama masa kepresidenannya.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk menyukseskan peran mereka sebagai tuan rumah ajang internasional tahun ini. China dijadwalkan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC, sedangkan Amerika Serikat akan menjamu para pemimpin dunia dalam KTT G20. Keduanya sepakat menjadikan tahun 2026 sebagai tahun kemajuan menuju hidup berdampingan secara damai.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB