Strategi Masa Depan: Xi dan Lee Perkuat Poros Beijing-Seoul

Selasa, 6 Januari 2026 - 06:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Tiongkok Xi Jinping adakan dialog dengan Lee Jae Myung, Presiden Korea Selatan, di Beijing pada 5 Januari 2026. Dok: Xinhua.

Presiden Tiongkok Xi Jinping adakan dialog dengan Lee Jae Myung, Presiden Korea Selatan, di Beijing pada 5 Januari 2026. Dok: Xinhua.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Membuka lembaran diplomasi tahun 2026, Presiden China Xi Jinping menyambut hangat Presiden Korea Selatan (ROK) Lee Jae Myung di Beijing, Senin. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa, melainkan penegasan ulang aliansi historis kedua negara tetangga dalam menjaga stabilitas Asia Timur yang dinamis.

Xi membuka pembicaraan dengan memutar kembali memori sejarah ke 80 tahun silam. Ia mengingatkan bahwa rakyat kedua negara pernah bahu-membahu menumpahkan darah dan berkorban demi kemenangan melawan militerisme Jepang.

“China dan ROK harus bergandengan tangan untuk menjaga buah kemenangan Perang Dunia II serta melindungi perdamaian dan stabilitas di Asia Timur,” tegas Xi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyelaraskan Strategi di Era Baru

Melangkah dari sejarah ke masa depan, Xi menyoroti peluang besar dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030). Secara spesifik, kedua negara sepakat untuk menyelaraskan strategi pembangunan mereka.

Baca Juga :  Xi Jinping Telepon Lula: China dan Brasil Siap Jadi Kekuatan Konstruktif

Xi menekankan bahwa rantai pasok industri kedua negara telah terjalin sangat erat. Oleh karena itu, ia mendorong ekspansi kerja sama ke sektor-sektor masa depan seperti kecerdasan buatan (AI), industri hijau, dan silver economy (ekonomi kelanjutusiaan).

“Sebagai tetangga dekat dan sahabat, China dan ROK harus menjaga pertukaran yang erat,” ujar Xi. Ia juga mengajak Presiden Lee untuk bersama-sama menentang proteksionisme dan mempraktikkan multilateralisme sejati demi tatanan dunia yang lebih adil.

Menghormati “Satu China” dan Mengelola Perbedaan

Dalam suasana yang konstruktif, Presiden Lee Jae Myung merespons positif ajakan tersebut. Ia menegaskan kembali posisi Korsel yang menghormati kepentingan inti China, termasuk kebijakan Satu China.

Baca Juga :  Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok

Lee menyatakan kesediaan Seoul untuk “mencari persamaan sambil mengesampingkan perbedaan” (seek common ground while shelving differences). Lebih lanjut, ia mengapresiasi upaya China dalam melindungi situs-situs bersejarah pergerakan kemerdekaan Korea di wilayah Tiongkok.

“Kami bersedia menjadikan diplomasi kepala negara pertama di tahun baru ini sebagai peluang untuk memajukan hubungan bilateral,” kata Lee.

15 Kesepakatan Strategis

Pertemuan puncak ini membuahkan hasil konkret yang signifikan. Sebagai puncaknya, kedua kepala negara menyaksikan langsung penandatanganan 15 dokumen kerja sama.

Kesepakatan tersebut mencakup spektrum luas, mulai dari inovasi sains dan teknologi, pelestarian lingkungan ekologis, transportasi, hingga kerja sama ekonomi dan perdagangan. Langkah ini diharapkan menyuntikkan energi positif bagi perdamaian dan pembangunan, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi kawasan regional dan global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB