Sosialis Muda Rebut New York: Zohran Mamdani Tumbangkan Dinasti Politik, Jadi Wali Kota

Rabu, 5 November 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Kemenangan Kiri. Sosialis demokrat Zohran Mamdani (34) merobohkan dinasti politik dan merebut kursi Wali Kota New York dari Andrew Cuomo. Dok: Wikipedia.

Foto, Kemenangan Kiri. Sosialis demokrat Zohran Mamdani (34) merobohkan dinasti politik dan merebut kursi Wali Kota New York dari Andrew Cuomo. Dok: Wikipedia.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID — Zohran Mamdani, seorang sosialis demokrat yang setahun lalu nyaris tak dikenal, sukses merebut kursi Wali Kota New York City. Ia mencatatkan sejarah sebagai Wali Kota termuda sejak 1892. Ia juga menjadi Muslim pertama dan orang pertama kelahiran Afrika yang memegang jabatan tersebut.

Kemenangan politisi berusia 34 tahun ini sangat luar biasa. Ia menumbangkan mantan Gubernur Andrew Cuomo (yang maju sebagai independen) dan kandidat Republik Curtis Sliwa. Associated Press merilis hasil ini pada Selasa (4/11/2025) malam.

“Masa depan ada di tangan kita,” pekik Mamdani dalam pidato kemenangannya di Brooklyn. “Teman-teman, malam ini kita telah merobohkan dinasti politik.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merobohkan Dinasti Politik

Kemenangan Mamdani menandai pergeseran generasi dan ideologi besar-besaran di dalam Partai Demokrat. Ia masuk bursa pencalonan tahun lalu tanpa nama besar, sedikit uang, dan tanpa dukungan institusi partai.

Dengan mengalahkan Cuomo—mantan gubernur dan putra gubernur legendaris—Mamdani telah meruntuhkan tembok kemapanan politik Demokrat. Banyak politisi sayap kiri menganggap kemapanan itu sudah tidak tersentuh.

Baca Juga :  Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Mamdani (34) adalah representasi politisi yang dicari-cari sayap kiri Demokrat. Ia muda, karismatik, dan nyaman dengan media sosial. Ia juga tidak takut memperjuangkan isu-isu progresif seperti penitipan anak gratis, transportasi publik yang diperluas, serta pajak yang lebih tinggi untuk korporasi dan 1% warga terkaya.

Para pendukungnya memuji optimismenya. Kebanyakan dari mereka adalah pemilih muda dan pemilih pemula. “Ibuku menangis sepanjang jalan ke tempat pemungutan suara,” kata Dania Darwish (32), seorang warga Brooklyn keturunan Suriah-Amerika. “Sangat emosional bagi kami melihat kandidat di surat suara yang mewakili kami.”

Tantangan Berat di Depan Mata

Meski menang telak di New York, Mamdani menghadapi tantangan besar. Para penentang telah lama berteriak bahwa agenda sosialisnya tidak akan laku di sebagian besar Amerika.

Mantan Presiden Donald Trump telah berulang kali mengecam Mamdani sebagai “komunis”. Trump bahkan mengancam akan memotong dana federal untuk New York City jika ia menang. Andrew Cuomo, yang kalah telak, juga memperingatkan dalam pidato konsesinya bahwa kota itu “menuju jalan yang berbahaya” di bawah sosialisme.

Baca Juga :  Menlu Iran Sebut Kesepakatan Hindari Perang Dalam Jangkauan

Selain itu, janji-janji kampanyenya yang ambisius akan sulit didanai. Program seperti bus gratis dan penitipan anak universal butuh biaya besar. Gubernur New York, Kathy Hochul (rekan Demokrat), telah menyatakan menentang kenaikan pajak yang diperlukan untuk agenda tersebut.

Mamdani juga harus berdamai dengan para elite bisnis dan korporat. Padahal, ia mengkritik mereka selama kampanye. Para elite inilah yang notabene menjadikan Manhattan sebagai pusat keuangan dunia.

Pertaruhan untuk Sayap Kiri

Meskipun Mamdani menang, jajak pendapat CBS baru-baru ini menunjukkan 46% publik Amerika “tidak mengikuti” pemilihan Wali Kota New York sama sekali. Ini adalah pedang bermata dua. Mamdani masih bisa mendefinisikan dirinya di panggung nasional sebelum lawan-lawannya melakukannya.

Kemampuannya mengelola kota terbesar di Amerika akan menjadi pertaruhan hidup-mati bagi gerakan progresif. Ia juga harus siap menghadapi serangan politik yang pasti akan datang dari Donald Trump dan kubu konservatif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ABC dan Disney Menggugat FCC Terkait Ancaman Pencabutan
Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari
Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS
Rekor Serangan Pekerja Kemanusiaan Capai Puncak Tertinggi
Petani Jepang Ubah Jadwal Kerja Jadi Malam Hari
Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia
Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian
Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:02 WIB

ABC dan Disney Menggugat FCC Terkait Ancaman Pencabutan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:30 WIB

Rekor Serangan Pekerja Kemanusiaan Capai Puncak Tertinggi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Petani Jepang Ubah Jadwal Kerja Jadi Malam Hari

Berita Terbaru

Bareskrim Polri memburu Yuwanky, bos Planet Batam yang masuk DPO kasus dugaan peredaran narkoba. (Posnews/Bareskrim)

JABODETABEK

Basri Sudah Ditangkap, Kini Bareskrim Kejar Yuwanky ke Singapura

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:35 WIB

Microsoft resmi meluncurkan Surface Laptop 8 berbasis ARM dengan peningkat daya tahan baterai, namun mematok harga lebih mahal akibat kenaikan biaya komponen memori. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Rilis Surface Laptop 8 dengan Baterai Lebih Awet

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:16 WIB

Ilustrasi, Prediksi cuaca dan suhu udara Jabodetabek Jumat 21 Agustus 2026 berdasarkan data BMKG. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

BMKG: Cuaca Jabodetabek Cerah, Suhu Bisa Mencapai 35°C

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:14 WIB