10 Warga Sipil Kamboja Tewas, 190.000 Mengungsi, ASEAN Hadapi Ujian Berat

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi mematikan! 10 warga sipil tewas termasuk bayi, 190.000 orang mengungsi. Konflik Thailand-Kamboja memanas, diamnya ASEAN dipertanyakan. Dok: Istimewa.

Eskalasi mematikan! 10 warga sipil tewas termasuk bayi, 190.000 orang mengungsi. Konflik Thailand-Kamboja memanas, diamnya ASEAN dipertanyakan. Dok: Istimewa.

BANGKOK, POSNEWS.CO.ID –  Situasi kemanusiaan di perbatasan Thailand dan Kamboja memburuk dengan cepat. Juru bicara Pertahanan Kamboja melaporkan data terbaru yang memilukan pada Kamis (11/12/2025).

Sedikitnya 10 warga sipil Kamboja tewas dalam putaran konflik terbaru ini. Tragisnya, salah satu korban tewas adalah seorang bayi. Selain itu, 60 warga sipil lainnya menderita luka-luka akibat gempuran senjata berat.

Konflik yang menyala kembali sejak Minggu sore ini masih berlangsung sengit hingga Kamis pagi. Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letjen Maly Socheata, menuding tentara Thailand telah menembakkan peluru artileri ke banyak lokasi di wilayah Kamboja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang Pengungsi Mencapai 190.000 Jiwa

Dampak perang ini menciptakan krisis pengungsian masif. Kementerian Dalam Negeri Kamboja merilis data yang mengejutkan pada Rabu malam.

Baca Juga :  AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Tercatat, lebih dari 56.000 keluarga telah meninggalkan rumah mereka demi mencari perlindungan. Artinya, sekitar 190.000 warga sipil kini hidup dalam ketidakpastian di tempat penampungan sementara.

Angka ini melonjak drastis dari laporan awal. Sebelumnya, Thailand juga melaporkan evakuasi ratusan ribu warganya dari zona merah. Sekolah dan rumah sakit di kedua sisi perbatasan lumpuh total.

Saling Tuduh Penggunaan Kekuatan Berlebih

Ketegangan ini diwarnai tuduhan penggunaan alutsista berat. Kamboja mengklaim Thailand menggunakan jet tempur F-16 dan bahkan menuduh penggunaan gas beracun, yang belum terverifikasi secara independen.

Sebaliknya, Thailand menuduh pasukan Kamboja menembakkan roket peluncur ganda BM-21 ke wilayah mereka sejak awal pekan. Akibatnya, militer Thailand merasa memiliki legitimasi untuk melancarkan serangan balasan demi mempertahankan kedaulatan.

Baca Juga :  Parlemen Perempuan Tuntut Starmer Tunjuk Deputi Wanita

Analisis: ASEAN Terjebak Prinsip “Non-Intervensi”?

Eskalasi konflik antara dua negara anggota ASEAN ini menjadi ujian berat bagi kredibilitas organisasi regional tersebut. Pasalnya, ASEAN sering kali terbelenggu oleh prinsip “non-intervensi” yang kaku.

Namun, situasi saat ini menuntut pendekatan berbeda. Jika ASEAN diam saja, stabilitas kawasan Indo-Pasifik menjadi taruhannya. Mekanisme penyelesaian sengketa internal ASEAN tampaknya belum berjalan efektif.

Pengamat menilai Indonesia bisa kembali memainkan peran kunci sebagai “honest broker” atau penengah jujur, seperti yang pernah dilakukan pada konflik serupa di masa lalu.

Tantangannya, ASEAN harus bergerak cepat sebelum kekuatan luar seperti China atau Amerika Serikat ikut campur lebih jauh. Keterlambatan ASEAN dalam mendudukan kedua pihak di meja perundingan hanya akan memperpanjang penderitaan ratusan ribu pengungsi di perbatasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru